advertorial

Anda Berencana Mengajukan KPR ? Lihat Tips-Tipsnya agar Aman dan Tidak Salah Pilih

Ilustrasi properti (JIBI/Solopos/Agoes Rudianto)Ilustrasi properti (JIBI/Solopos/Agoes Rudianto)

Anda Berencana Mengajukan KPR ? Lihat Tips-Tipsnya agar Aman dan Tidak Salah Pilih

Saat ini rumah sudah menjadi salah satu kebutuhan utama, namun harga rumah yang semakin melambung tinggi membuat membeli rumah di perkotaan tanpa kredit adalah sebuah mimpi di siang bolong. Ini dikarenakan harga rumah yang semakin melambung tinggi membuat tidak terjangkau oleh sebagian masyarakat.

Melihat permasalahan ini banyak bank yang sudah memberikan solusi dengan meluncurkan produk KPR (Kredit Pemilikan Rumah) yang bertujuan untuk membantu masyarakat memperoleh rumah impian mereka. Tapi yang menjadi permasalahan banyak masyarakat yang masih ragu untuk mengambil KPR karena tidak siap dengan hutang. Kebanyakan dari mereka masih ragu apakah bisa melunasi atau tidak.

Situs kalkulator simulasi KPR cermati.com memberikan beberapa tips aman yang perlu Anda perhatikan sebelum Anda mengajukan KPR yaitu :

Perhatikan jangka waktu pengambilan KPR

Jangka waktu maksimal yang ditawarkan oleh pihak bank saat ini bervariasi jumlahnya. Tapi hati hati karena semakin lama jangka waktu pengambilan kredit, maka total bunga yang harus dibayarkan juga semakin besar.

Sisi baiknya adalah dengan mengajukan jangka waktu maksimal, maka Anda akan memperoleh cicilan per bulan yang kecil. Selain itu rumah adalah investasi jangka panjang yang nilainya selalu meningkat dari tahun ke tahun dan pada saatnya akan nilai investasi Anda akan lebih tinggi dari bunga yang harus dibayarkan perbulannya.

Tentukan besaran cicilan Anda dengan bijak

Saat Anda mengambil KPR, yang Anda pikirkan pertama kali adalah uang muka sebesar 30% dari harga rumah yang harus Anda bayarkan. Ini dikarenakan peraturan perbankan yang tidak memperbolehkan pinjaman KPR melebihi 70% dari harga rumah. Setelah itu Anda harus menentukan besaran cicilan KPR yang akan Anda ambil, sebaiknya jangan sampai melebihi 30% dari total pendapatan Anda per bulannya. Ini sangat penting supaya bank tetap melihat kesehatan keuangan Anda, dan menyetujui permohonan KPR Anda. Sebagai contoh produk KPR BNI Griya dari bank BNI menyediakan KPR dengan bunga tetap sampai dengan 5 tahun. Jika ingin mencari produk KPR dengan jangka waktu pembayaran yang ringan produk ini bisa jadi alternatif pilihan Anda.

Jangan lupa untuk menyiapkan uang tunai

Saat ini pasti Anda mempertanyakan mengapa ada poin ini, jawabannya adalah uang tunai digunakan untuk biaya biaya kepengurusan KPR seperti administrasi, provisi dan juga booking fee sebelum Anda membayarkan uang muka rumah.

Selain itu uang tunai ini juga dibutuhkan untuk menutup biaya biaya asuransi, seperti asuransi jiwa dan kebakaran. Dan juga biaya biaya seputar akta akad kredit dan jual beli. Namun untuk yang terakhir ini, saat ini sudah banyak developer yang mulai membebaskan biaya-biaya ini dari calon pembeli.

Perhatikan fasilitas KPR

Perhatikan fasilitas KPR yang ditawarkan pihak bank, jangan sampai Anda salah pilih atau terlalu cepat mengambil keputusan. Pilih yang menurut Anda paling ringan dan paling sesuai untuk Anda setelah membandingkan antara satu bank dengan satu bank lain. Akan lebih mudah lagi kalau Anda mengambil KPR di tempat Anda menjadi nasabahnya karena akan memperingan proses dan mempermudah penyelesaian masalah jika suatu saat terjadi masalah dengan KPR Anda. Bila Anda mencari produk KPR dengan plafon kredit yang cukup besar dengan fitur yang lengkap, mengajukan produk KPR  dari  BRI mungkin bisa jadi pilihan Anda.

Track Record

Inilah yang terpenting, Anda harus selalu menjaga track record transaksi Anda di manapun, karena ini akan mempermudah Anda saat melakukan pengajuan KPR. Kalau Anda mempunyai cicilan ataupun kredit, maka Anda harus benar benar menjaga nama Anda supaya tidak terjadi kredit macet yang berimbas penolakan KPR Anda.

“Penampilan” harus benar benar dijaga

Yang dimaksudkan adalah penampilan keuangan Anda baik itu formal ataupun informal. Ini dimaksudkan untuk meyakinkan pihak bank kalau Anda memang benar benar mampu membayar cicilan KPR yang Anda ajukan. Pergerakan dana keluar masuk sebaiknya cukup aktif sehingga membuat bank selaku pemberi kredit yakin kalau Anda memang mampu membayar KPR.

Selain itu bank biasanya akan meminta dokumen dokumen pemohon yang terkait dengan pangajuan KPR seperti KTP, Kartu Keluarga, Rekening 3 bulan terakhir dan beberapa dokumen terkait dengan pekerjaan atau usaha Anda.

Sekarang Anda sudah tidak takut lagi bukan untuk mengajukan KPR? KPR bukanlah mimpi buruk yang harus Anda takutkan lagi, melainkan sebuah jalan untuk menuju rumah impian Anda. Dengan catatan Anda melakukannya tidak dengan asal-asalan, melainkan dengan perhitungan yang cermat dan teliti.

Iklan Baris

    No items.