advertorial

Foto Tuna Netra Mandiri Anyam Bambu

Pasangan suami istri penyandang tuna netra, Mursiyah, 50, dan Khodiran, 55, menganyam bambu menjadi keranjang di Desa Tegaron, Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jateng, Kamis (5/1/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)Pasangan suami istri penyandang tuna netra, Mursiyah, 50, dan Khodiran, 55, menganyam bambu menjadi keranjang di Desa Tegaron, Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jateng, Kamis (5/1/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)

Tuna netra tak membuat suami-istri tak mandiri.

Disabilitas tak membuat pasangan suami istri penyandang tuna netra, Mursiyah, 50, dan Khodiran, 55, kehilangan kemandirian. Pasangan buta itu terampil menganyam bambu menjadi keranjang di Desa Tegaron, Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (5/1/2017). Selama 30 tahun mereka memproduksi keranjang anyaman seharga Rp20.000-Rp30.000 per unit tersebut agar dapat mandiri secara ekonomi dan tidak bergantung kepada orang lain.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Iklan Baris

    No items.