advertorial

DEMO PETANI Petani Tembakau se-Jateng Geruduk Gubernuran

Para petani tembakau menggelar demo di depan Kantor Gubernur Jateng, Semarang, Senin (9/1/2017). (Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com)Para petani tembakau menggelar demo di depan Kantor Gubernur Jateng, Semarang, Senin (9/1/2017). (Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

Demo atau unjuk rasa dilakukan ribuan petani tembakau se-Jawa Tengah (Jateng) di depan Kantor Gubernur Jateng.

Semarangpos.com, SEMARANG — Ratusan petani tembakau dari berbagai daerah di Jawa Tengah menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jateng, Semarang, Senin (9/1/2017).

Pantauan Semarangpos.com di lokasi, massa yang berjumlah sekitar 700-an orang itu datang dengan menumpang truk. Mereka berkumpul di sekitar Taman KB yang terletak di sisi utara Kantor Gubernur Jateng sebelum bergerak ke depan Gubernuran itu dengan alunan musik tradisional anglung.

Dalam tuntutannya, para petani tembakau itu menuntut agar DPR segera mengesahkan UU Pertembakauan yang saat ini telah masuk ke prolegnas. “Memang sudah masuk ke prolegnas, tapi dengan demo ini harapan kami UU Pertembakauan segera disahkan, karena kami menilai UU itu berpihak pada kesejahteraan petani tembakau,” ujar Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jateng, Wisnu Brata, saat berbincang dengan Semarangpos.com, di sela-sela aksi.

Selain menuntut UU Pertembakauan segera disahkan para petani juga meminta agar pemerintah menghentikan impor tembakau. Wisnu menyebutkan tahun 2016 lalu pemerintah mengimpor tembakau sebanyak 150.000 ton atau sekitar 60% dari tembakau yang beredar di pasar Indonesia. “Tembakau impor bikin petani tembakau lokal rugi. Kami harap ke depan pemerintah mau mengurangi impor atau sebisa mungkin menghentikan,” ujar Wisnu.

Para demonstran ini berharap bisa bertemu Gubernur Jateng Ganjar Pranowo agar aspirasi mereka bisa disalurkan ke DPR. Namun, informasi yang diperoleh Semarangpos.com, Ganjar untuk sementara waktu tidak ada di kantornya karena tengah melakukan kunjungan kerja di Magelang.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

 

Iklan Baris

    No items.