advertorial

Polisi Temukan Aliran Dana Rp300 Juta, Rachmawati Bantah Terkait Makar

Foto diduga penangkapan Rachmawati Soekarnoputri. (Istimew/Twitter)Foto diduga penangkapan Rachmawati Soekarnoputri, 2 Desember 2016 lalu. (Istimew/Twitter)

Polisi menemukan aliran dana Rp300 juta dari rekening Rachmawati ke Alvin Indra. Kubu Rachmawati pun membantah dana itu terkait dugaan makar.

Semarangpos.com, JAKARTA — Polisi menemukan jejak aliran dana dari rekening Rachmawati Soekarnoputri kepada Alvin Indra. Baik Rachmawati dan Alvin Indra sama-sama merupakan tersangka dalam kasus dugaan perencanaan makar. Rachmawati pun membantah dana tersebut untuk keperluan makar.

Menurut Kabid Humas Pilda Metro Jaya, Kombes Pol RP Argo Yuwono, dana tersebut mengalir dari rekening Rachmawati ke rekening Alvin pada akhir November 2016 lalu. “Dari hasil pengecekan, Rachmawati ada mencairkan deposito Rp300 juta dikirim ke rekening Alvin Indra,” sebut Argo, Senin (9/1/2016) malam.

Argo pun menambahkan bahwa kendati mengalirkan dana sebesar Rp300 juta, tidak terdapat tanda-tanda bahwa Rachmawati telah menerima dana dari pihak lain. “Uang tersebut dikirim dari rekening Rachmawati. Namun, tidak ada pihak lain mentransfer ke Rachmawati,” katanya.

Polisi menduga dana tersebut akan dipergunakan untuk sejumlah keperluan masaa yang pada saat itu direncanakan akan berunjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR. Sementara itu, Rachmawati melalui juru bicaranya mengklarifikasi temuan aliran dana dari rekeningnya ke rekening Alvin Indra itu.

Kubu Rachmawati tidak menampik adanya aliran dana tersebut. Namun, kuasa hukumnya, Teguh Santoso, menyebutkan peruntukan dana tersebut bukan untuk perencanaan aksi makar seperti dugaan kepolisian.

“Soal uang Rp300 juta, bukan isu baru. Dalam jumpa pers 7 Desember itu [kami] juga sudah menyampaikan kepada kawan-kawan media bahwa dia akan mengirim uang sebesar Rp300 juta kepada Alvin Indra,” katanya, Selasa (10/1/2017).

Dia menambahkan aliran dana tersebut terkait dengan sebuah kelompok bernama Gerbang Nusantara yang sebagian besar anggotanya merupakan mantan anggota Partai Pelopor, partai bentukan Rachmawati. Menurutnya, aliran dana itu adalah terkait pembentukan kembali partai tersebut.

“Dulu kan Mbak Rachmawati punya partai namanya Partai Pelopor. Setelah Partai Pelopor tidak ikut pemilu, mereka bergabung ke Gerbang Nusantara. Nah, mereka itu sejak beberapa bulan lalu minta ke Mbak Rachma untuk mendirikan Partai Pelopor,” jelasnya.

Menurutnya, Rachmawati setuju jika memang keadaan partai masih kuat dan memungkinkan. Untuk itu pihaknya mencoba untuk melakukan konsolidasi pada 2 Desember 2016.

“Mereka bilang 10.000 orang [anggota]. Nah, ayo dibuktikan di lapangan. Nah, tadinya kalau tanggal 2 Desember [2016] memang terlihat konsolidasinya bagus, Partai Pelopor akan dideklarasikan kembali tanggal 17 Desember. Itu rencana internal, enggak ada hubungannya dengan aksi Bela Islam,” jelasnya.

Iklan Baris

    No items.