advertorial

Dianggap Tak Berbahaya, AS Batal Tembak Rudal Antarbenua Korut

Presiden Korut Kim Jong Un mengunjungi Sohae Space Center di Cholsan County, Pyongyang Utara, Korut, untuk pengujian rudal balistik antarbenua, Sabtu (9/4/2016). (JIBI/Reuters/KCNA)Presiden Korut Kim Jong Un mengunjungi Sohae Space Center di Cholsan County, Pyongyang Utara, Korut, untuk pengujian rudal balistik antarbenua, Sabtu (9/4/2016). (JIBI/Reuters/KCNA)

Rudal Korea Utara tak akan dihancurkan AS jika memang akan diluncurkan.

Solopos.com, WASHINGTON — Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Ash Carter, Selasa (10/1/2017), mengatakan pihak militer AS lebih memilih untuk memantau rudal balistik antarbenua atau intercontinental ballistic missile (ICBM) milik Korea Utara. Sebelumnya, AS mengisyaratkan bakal menembak jatuh rudal balistik jika Korut nekat meluncurkannya.

Berdasarkan hasil analisis intelejen, AS mengaku akan lebih mengungkan jika pihaknya memantau saja rudal balistik itu alih-alih menghancurkannya. AS beranggapan rudal balistik Korut bukan ancaman serius.

“Jika rudal itu mengancam, akan dicegat. Jika tidak mengancam, kita hanya akan memantaunya,” kata Carter.

Seperti diketahui, sebelumnya pihak Korut, Minggu (8/1/2017), telah menyatakan dapat meluncurkan rudal balistik untuk diuji coba kapan dan dari mana saja sesuai keinginan presiden Kim Jong Un.

“Pertama, kita [AS] bisa menyimpan persediaan interceptor [teknologi penangkal rudal], kedua, kita lebih memilih mengumpulkan intelijen dari angkatan udara dibanding harus menghancurkannya [rudal balistik] ketika itu tidak mengancam,” lanjut Carter dalam jumpa pers terakhir kabinet pemerintahan Presiden Barack Obama itu.

Dalam kesempatan yang sama, perwira tinggi militer AS, Jenderal Marinir Joseph Dunford, mengungkapkan hal senada dengan Carter. Dunford menegaskan pilihannya setelah muncul opsi bernegosiasi atau langsung melakukan tindakan militer sebagaimana kajian mantan pejabat AS dan para ahli.

Sementara itu, Sekretaris Negara AS John Kerry mengungkapkan saat ini AS dalam sistuasi berbahaya. Ia juga menambahkan pihak AS harus segera mencari cara yang tepat untuk dapat memecahkan permasalahan tersebut.

“Karena jika rudal balistik itu tetap dijalankan, AS akan terseret ke dalam situasi yang mengancam, kita harus mencari cara lain atau cara yang lebih kuat dari pilihan-pilihan yang ada,” kata Kerry di Akademi Angkatan Laut AS.

(Ginanjar Saputra/JIBI/Reuters)

Iklan Baris

    No items.