advertorial

Perjalanan Karier Achmad Kurniawan, Kiper Arema yang Meninggal Dunia

Achmad Kurniawan (Okezone)Achmad Kurniawan (Okezone)

Achmad Kurniawan, kiper Arema FC, telah meninggal dunia.

Semarangpos.com, MALANG – Kabar duka datang dari persepakbolaan Indonesia. Kiper senior Arema FC, Achmad Kurniawan, meninggal dunia, Selasa (10/1/2017) sore WIB. Dia tutup usia karena serangan jantung.

AK, begitu sapaan akrabanya, lebih dulu dirawat di rumah sakit selama beberapa hari sebelum meninggal. Dia mengidap gangguan jantung dan darah, bahkan dikabarkan sempat koma. Hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir di usia 37 tahun pada Selasa (10/1/2017).

AK sendiri memang lebih banyak duduk di bangku cadangan Arema karena kalah bersaing dengan adik kandungnya, Kurnia Meiga. Namun saat Meiga dipanggil Timnas Indonesia di Piala AFF 2016, AK lantas menjadi kiper andalan Arema di ajang Indonesia Super Championship (ISC). AK tampil impresif dan mencatatkan 16 penampilan.

Dikutip dari Okezone, AK menimba ilmu di Persita Tangerang Junior dan kemudian mengawali karier profesionalnya di klub tersebut pada 2001. Ia pun membela Persita selama enam tahun tahun, yakni pada 2001 hingga 2006.

Setelah bermain untuk Persita, kiper berperawakan gempal ini memutuskan hijrah ke Arema yang kala itu masih bernama Arema Malang. Bahu membahu bersama kiper utama Kurnia Sandy, AK sukses membawa Arema menjuarai Copa Indonesia 2006. Performa AK di Arema pun tak luput dari pelatih Timnas Indonesia kala itu, Ivan Kolev. AK pun dilirik untuk persiapan skua tTimnas Garuda menuju Piala Asia 2007.

Sayang, AK gagal masuk skuad final karena kalah bersaing dengan kiper-kiper top macam Markus Haris Maulana, Ferry Rotinsulu dan Jendry Pitoy. AK pun sampai di akhir hayatnya belum pernah mencatatkan penampilan di Timnas senior Indonesia. Ia hanya mencatatkan satu caps di timnas U-23.

AK sendiri memutuskan hengkang ke Persik Kediri pada 2008. Namun justru penampilan AK mengalami penurunan performa. Sang kiper lalu memutuskan untuk membela Semen Padang pada musim 2009-2010. Bersama Kabau Sirah, AK kembali menemukan performa terbaiknya meskipun tidak sefenomenal saat membela Arema ataupun Persita.

AK akhirnya kembali ke pelukan Arema pada 2010. Kepulangannya ini terasa istimewa. Sebab, dia bakal satu klub dengan sang adik, Kurnia Meiga. Sayangnya, keputusan ini malah jadi bumerang baginya. AK praktis harus puas terus menjadi deputi bagi sang adik dan menjadi penghangat bangku cadangan.

Dualisme liga yang kala itu mengemuka di sepak bola Indonesia membuat AK akhirnya memutuskan memperkuat Arema IPL pada 2011-2012. Setelah melihat tak ada kejelasan, AK akhirnya memutuskan hijrah ke Arema ISL di putaran kedua. Sejak saat itu hingga akhirnya menghembsukan napas terakhirnya, AK pun masih terus loyal bersama tim kebanggaan Aremania tersebut.

Selamat jalan Achmad Kurniawan!

Iklan Baris

    No items.


    Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/dotcom/www/semarang/elements/themes/madiun/widget-cespleng-600.php on line 32