advertorial

PON 2016 Atlet Binaraga Semarang Tak Merasa Pakai Doping

Mheni, peraih medali perak binaraga PON 2016 yang dituduh menggunakan doping (kanan) bersama pelatihnya, Pujiono, di Sasana Ryu Gym, Jl. Majapahit, Semarang, Rabu (11/1/2016). (Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com)Mheni, peraih medali perak binaraga PON 2016 yang dituduh menggunakan doping (kanan) bersama pelatihnya, Pujiono, di Sasana Ryu Gym, Jl. Majapahit, Semarang, Rabu (11/1/2016). (Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

PON XIX Jawa Barat 2016 diwarnai dugaan penggunaan doping oleh tiga atlet Jateng, salah satunya Mheni yang merupakan atlet binaraga asal Semarang.

Semarangpos.com, SEMARANG — Atlet binaraga asal Kota Semarang, Mheni, merasa kecewa dengan sangkaan terhadap dirinya sebagai salah satu atlet yang terlibat mengonsumsi doping saat tampil pada PON XIX Jawa Barat. Peraih medali perak untuk kelas 75 kg itu merasa tak pernah sekalipun mengonsumsi obat perangsang selama tampil di PON yang berlangsung di Bandung, 17-29 September 2016 lalu itu.

Pada kenyataannya, hasil tes yang diterbitkan Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) berkata lain. Mheni dituduh telah mengonsumsi obat-obatan yang mengandung zat terlarang jenis stanzolol yang masuk dalam kategori doping. ”Saya kaget karena tidak pernah minum obat itu. Tapi, kenapa nama saya tertera dalam daftar atlet yang terkena doping di PON 2016,” ujar Mheni saat dijumpai wartawan di Sasana Ryu Gym, Jl. Majapahit, Kota Semarang, Rabu (11/1/2016).

Mheni mengatakan dirinya sudah mendapat informasi terkait tuduhan penggunaan doping itu dari perwakilan LADI. Ia mengaku saat itu seolah-olah dipaksa untuk mengakui penggunaan doping saat tampil di PON 2016. ”Berulang kali saya dikontak oleh Pak Cahyo Adi yang menyatakan kalau saya positif pakai doping. Maksudnya apa dia omong seperti itu terus, seakan saya dipaksa mengakuinya. Padahal, saya tidak pernah minum suplemen yang mengandung stanzolol,”terang Mheni.

Mheni mengaku selama ini memang kerap mencari suplemen yang bisa meningkatkan kemampuan ototnya. Meski demikian, ia tidak tahu apakah suplemen yang dikonsumsi itu mengandung stanzolol atau tidak.

Atas tuduhan itu, Mheni dan 13 atlet yang diduga mengonsumsi doping pun terancam dicabut medali mereka dan uang pembinaan yang telah diperoleh harus dikembalikan. Namun, sebelum itu mereka diberikan kesempatan untuk melakukan pembelaan di depan Pengurus Besar (PB) PON, LADI, dan beberapa instansi lainnya, terkait tuduhan tersebut.

Mheni merupakan satu dari tiga atlet Jateng yang diduga mengonsumsi doping saat pelaksanaan PON 2016. Dua atlet lainnya adalah atlet binaraga asal Boyolali, Mualimi, yang meraih medali emas di kelas 60 kg, dan Jendri Turangan yang meraih perak di cabang berkuda.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Iklan Baris

    No items.