advertorial

SOLOPOS HARI INI Maret, Harga Elpiji 3 Kg Naik Jadi Rp30.000

Solopos Hari Ini Rabu (11/1/2017)Solopos Hari Ini Rabu (11/1/2017)

Solopos hari ini mengabarkan gas elpiji 3 kg akan naik menjadi Rp30.000.

Semarangpos.com, SOLO — Pemerintah akan menerapkan penyaluran subsidi langsung untuk elpiji 3 kilogram (kg) mulai Maret. Harga elpiji 3 kg akan sesuai harga keekonomian sekitar Rp30.000/tabung.

Warga yang menerima subsidi elpiji 3 kg adalah 26 juta rumah tangga miskin dan 2,3 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Direktur Jenderal Minyak dan Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) I Gusti Nyoman Wiratmaja menjelaskan dengan penerapan subsidi langsung tersebut, harga elpiji akan mengalami kenaikan.

”Elpiji 3 kg tetap satu harga. Jadi naik, tapi ada yang akan dapat subsidi,” kata Wiratmaja di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (10/1/2017).

Saat penyaluran subsidi langsung diterapkan, elpiji 3 kg akan dijual berdasarkan harga keekonomian. Saat ini rata-rata harga keekonomian elpiji sekitar Rp10.000/kg. Warga juga disarankan untuk beralih ke bright gas 5,5 kg yang bertabung warna pink.

Dia menyatakan masyarakat yang masuk kategori miskin dan UMKM yang berhak menerima subsidi elpiji 3 kg bisa membeli elpiji itu dengan menggunakan kartu yang dikeluarkan Kementerian Sosial (Kemensos).

Harga gas elpiji 3 kg akan menjadi Rp30.000/kg menjadi headline Harian Umum Solopos hari ini, Rabu (11/1/2017). Harian Umum Solopos hari ini juga mengabarkan pemerintah kaji denda penyebaran hoax, persiapan Greberg Sudiro, dan Megawati ingin kader PDIP amanah.

Simak cuplikan kabar Harian Umum Solopos hari ini, Rabu:

PENGATURAN BERINTERNET : Pemerintah Kaji Denda Penyebaran Hoax

Pemerintah tengah menggodok peraturan untuk memberi sanksi denda bagi perusahaan platform Internet dan media sosial (medsos) yang turut menyebarkan kabar bohong alias hoax.

Kepala Staf Presiden (KSP) Teten Masduki menyatakan peraturan tersebut tengah dirumuskan di Kementerian Politik, Hukum dan Keamanan. ”Pertama, regulasi itu bisa memberikan kewe-nangan kepada pemerintah untuk mendenda platformseperti Google, Facebook, dan lainnya kalau mereka mengakomodasi hoax.

Kedua, perusahaan platformharus mau mencabut hoax, fitnah, dalam waktu 24 jam,” kata Teten di kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (10/1/2017).Dia menuturkan aturan itu terinspirasi dari peraturan sejenis yang telah diterapkan di Jerman. Di Jerman, platform Internet yang gagal menghilangkan hoaxdalam 24 jam akan dikenai denda 420.000 euro atau sekitar Rp7,05 miliar.

Simak selengkapnya: epaper.solopos.com/

GREBEG SUDIRO : Bikinnya Dua Bulan, Tak Tega Lihat Miniatur Rusak

Setiap Grebeg Sudiro digelar, Doni Mahesa Wijaya, selalu sibuk membuat jodang. Miniatur Tugu Jam Pasar Gede Solo setinggi 76 cm sudah tuntas dibuat Doni Mahesa Wijaya, 41, Selasa (10/1/2017). Berikutnya miniatur Pagoda Horyuji di Nara, Jepang setinggi 150 cm tinggal diberi sentuhan akhir.

Dia tinggal mengecat bagian genting serta memoles detail ornamen pada miniatur pagoda. Di rumahnya yang sekaligus tempat kerjanya di Balong Gang III No. 1, Sudiroprajan, Jebres, Solo, Doni dibantu dengan tiga asistennya merampungkan miniatur yang akan digunakan untuk gunungan Grebeg Sudiro.

Belajar mencipta miniatur secara autodidak, Doni sudah dipercaya untuk membuat jodang Grebeg Sudirosejak 2012. Sejak 2012-2016, Doni juga membuat berbagai miniatur bangunan seperti Pagoda Watu Gong Semarang, rumah joglo, gazebo model Tiongkok, satu kompleks Pasar Gede.

Untuk membuatnya, selain mengunjungi bangunan yang terjangkau, Doni mengandalkan pencarian gambar melalui Internet. Meski mendapat anggaran untuk pembuatan jodang, Doni menyatakan uang buka tolok ukur utama.

Dia senang dengan pengerjaan miniatur semacam itu. Bapak dua anak itu paling tidak tega melihat hasil karyanya rusak saat warga berebut kue keranjang saat puncak acara Grebeg Sudiro.

Simak selengkapnya: epaper.solopos.com/

DINAMIKA PARTAI POLITIK : Mega: Kader PDIP Harus Amanah

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memerintahkan kader PDIP yang menjadi pejabat publik dan pengurus partai memegang amanah dengan baik.Mega meminta mereka berhati-hati dalam mengambil keputusan politik.

Hal itu disampaikan Mega dalam pidato politiknya di saat peringatan hari ulang tahun ke-44 PDIP di Jakarta, Selasa (10/1/2017). ”Hati-hatilah dalam membuat keputusan-keputusan politik, baik itu berupa perkataan, tindakan, produk politik baik berupa kebijakan politik legislasi, maupun kebijakan politik anggaran,” kata dia.

Presiden kelima itu meminta kader PDIP mengambil kebijakan politik yang berpihak kepada rakyat. Kader PDIP diminta menjaga kebinekaan yang disertai keadilan untuk menyejahterakan rakyat. ”Kebinekaan harus disertai dengan keadilan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat,” paparnya.

Dia memwanti-wanti pejabat publik dari PDIP tidak mengambil kebijakan yang menyengsarakan rakyat. Sebab, kekuasaan yang diperoleh merupakan amanat rakyat. Mega memastikan PDIP sebagai partai politik penjaga stabilitas pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

Simak selengkapnya: epaper.solopos.com/

Iklan Baris

    No items.