advertorial

Ingin Pertahankan Presidential Treshold 20%, Ini Alasan Presiden

Wakil Presiden Jusuf Kalla melepas Presiden Joko Widodo di Bandara Halim Perdanakusuma, Sabtu (20/5/2017). (Juli ER Manalu/JIBI/Bisnis)Wakil Presiden Jusuf Kalla melepas Presiden Joko Widodo di Bandara Halim Perdanakusuma, Sabtu (20/5/2017). (Juli ER Manalu/JIBI/Bisnis)

Presiden Jokowi akhirnya buka suara soal keinginan pemerintah mempertahankan presidential treshold 20%.

Semarangpos.com, JAKARTA — Pembangunan sistem politik negara harus konsisten menuju pada penyederhanaan. Untuk itu, Pemerintah konsisten mengawal ambang batas pencalonan presiden (presidential treshold) sebesar 20% suara kursi DPR dan 25% kursi nasional.

Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai sikap pemerintah dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Penyelenggaraan Pemilihan Umum. “Politik negara ini akan semakin baik harus ada konsistensi, sehingga kita ingin kalau yang dulu sudah 20%, masak kita mau kembali ke nol,” ucap Presiden Joko Widodo melalui siaran resmi, Minggu (18/6/2017).

Dengan menerapkan ambang batas secara konsisten, Jokowi menilai maka akan terjadi penyederhanaan. “Baik parpolnya, baik dalam pemilunya. Kita harus konsisten seperti itu dan saya sudah menugaskan kepada Mendagri untuk mengawal itu,” kata Presiden.

Menanggapi kabar yang menyebutkan bahwa pemerintah akan mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) bila tidak ada titik temu dalam pembahasan, Presiden menegaskan bahwa saat ini RUU tersebut masih dalam pembahasan.

“Kita ini sudah mengajak bicara fraksi-fraksi yang ada disana untuk bersama-sama. Jangan hanya kepentingan hari ini atau kepentingan pemilu ini atau jangan kepentingan pilpres ini. Tapi harusnya visi ke depan kita, politik negara harus seperti apa. Kita harus menyiapkan itu,” ujar Presiden Jokowi.

Saat ditanya, apakah pemerintah akan menarik diri dalam pembahasan apabila usulan ambang batas pencalonan presiden diubah, Presiden enggan menanggapi. “Kan belum, ini masih pembahasan. Kamu jangan manas-manasi,” tutur Presiden.

Iklan Baris

    No items.