Tutup Iklan

Bandel, Pelanggar Protokol Kesehatan di Semarang Bakal Nyapu Kuburan

Pelanggar protokol kesehatan di Kota Semarang yang terjaring operasi yustisi akan mendapat sanksi berupa membersihkan sungai dan menyapu kuburan.

Bandel, Pelanggar Protokol Kesehatan di Semarang Bakal Nyapu Kuburan Ilustrasi sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan. (22/9/2020). (Semarangpos.com-Humas Setda Salatiga)

Semarangpos.com, SEMARANG — Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP Kota Semarang akan memperbarui sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan yang terjaring operasi yustisi. Tak hanya disuruh push up, pelanggar juga akan diberi hukuman berupa membersihkan sungai dan tempat pemakaman umum (TPU) atau kuburan di Semarang.

Kepala Satpol PP Semarang, Fajar Purwanto, mengatakan sanksi berupa membersihkan sungai dan menyapu kuburan itu diberikan menyusul masih banyaknya warga yang membandel terhadap protokol kesehatan. Rencana, sanksi menyapu kuburan dan membersihkan sungai itu akan diterapkan mulai pekan depan.

“Mulai pekan depan kita akan mulai hukuman itu. Kalau ada 40 orang yang melanggar, kita bawa ke TPU atau sungai,” jelas Fajar dikutip dari Suara.com, Rabu (23/9/2020).

KPU Tetapkan Pilkada Grobogan 2020 Diikuti Satu Paslon

Menurutnya, sanksi harus tegas karena masih banyak warga yang membandel menerapkan protokol kesehatan. Bahkan, dalam satu hari saja dalam waktu satu jam, pelanggar protokol kesehatan di Kota Semarang mencapai 109 orang.

Bahkan, jumlah tersebut bisa bertambah karena banyak yang diloloskan karena berusia tua.

“Hari ini saja dalam waktu satu jam sudah ada ratusan pelanggar. Kita harus beri efek jera kepada pelanggar,” ujarnya.

Fajar tak membantah jika memang banyak warga yang sudah bosan dan jenuh karena berbulan-bulan harus mentaati protokol kesehatan. Namun, ia mengimbau agar warga tetap taat protokol kesehatan untuk keamanan bersama.

Hebat, Penjual Burjo Ini Fasih Bahasa Jepang

“Karena sudah pada bosan, soalnya tujuh bulan gitu terus. Namun mau bagaimana lagi, Covid-19 harus kita hadapi bersama-sama melalui taat protokol kesehatan,” ucapnya.

Ia menambahkan, selama ini pelanggar protokol kesehatan paling banyak dari kalangan pemuda-pemudi yang usianya sekitar 15-35 tahun. Tentu ini menjadi perhatian untuknya.

“Kita rencanakan gandeng sejumlah karang taruna, ormas, dan dinas terkait seperti Disdik untuk menyosialisasikan rajin pakai masker,” katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

 

Get the amazing news right in your inbox

Berita Terpopuler

0 Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.

Komentar Ditutup.