Fort Willem I Bawa Wisatawan ke Ambarawa Masa Kolonial Belanda

Benteng Pendem Ambarawa yang bernama asli Fort Willem I itu seakan membawa para wisatawan kembali ke masa kolonial Belanda.

Fort Willem I Bawa Wisatawan ke Ambarawa Masa Kolonial Belanda Benteng Fort Willem I atau biasa disebut Benteng Pendem Ambarawa. (Instagram—exploresemarang)

Semarangpos.com, UNGARAN — Salah satu peninggalan Belanda di daerah Semarang adalah Benteng Pendem Ambarawa. Benteng yang bernama asli Fort Willem I itu seakan membawa para wisatawan kembali ke masa kolonial Belanda.

Fort Willem I berlokasi di Kelurahan Lodoyong, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Jika dari arah Kota Semarang, memakan waktu perjalanan kira-kira satu jam dengan jarak kurang lebih 40 km.

Pengunjung sudah bisa melihat kemegahan Benteng Pendem Ambarawa dari jalan raya. Namun, tidak semudah yang dibayangkan, karena pengunjung harus melewati sebuah kampung untuk sampai ke Fort Willem.

Kue Lekker Paimo Jadi Jajanan Kaki Lima Legendaris Semarang

Bangunan yang biasa disebut Benteng Pendem Ambarawa itu dibangun pada tahun 1834. Yang menarik, tidak seperti benteng pada umumnya yang digunakan untuk berperang, Fort Willem I malah mempunyai banyak pintu.

Mungkin saat itu, Benteng Pendem Ambarawa tidak digunakan sebagai benteng pertahanan, melainkan sebagai barak dan penyimpanan logistik untuk bertempur. Jika dilihat, tidak ada lubang untuk meriam atau bangunan untuk melawan musuh.

Sempat Dipakai Jepang

Seperti yang dihimpung dari website detik.com, Senin (18/5/2020), benteng mempunyai fungsi yang berbeda pada waktu penjajahan Jepang. Saat itu, Fort Willem I digunakan untuk kamp para tentara Jepang.

Saat ini, benteng tidak dibiarkan mangkrak begitu saja, bagian selatan Benteng Pendem Ambarawa dialihfungsikan menjadi Lembaga Pemsyarakatan (LP) Kelas II Ambarawa. Jika ingin mengunjungi benteng, wisatawan bisa menikmati bagian utara bangunan pertahanan tersebut.

Hantu di Rumah Angker Jogja Senasib dengan Sara Wijayanto

Pengunjung akan merasa seolah-olah berada di zaman kolonial Belanda saat mengunjungi sisi sebelah utara. Hal tersebut dikarenakan pihak pengelola tidak mengubah bentuk bangunan alias masih asli.

Namun, benteng bertingkat dua itu malah terlihat tidak terawat. Seharusnya pengunjung bisa mengunjungi lantai kedua benteng. Namun, karena sudah mulai mengalami pelapukan, area tersebut ditutup demi keamanan bersama.

Tembok yang mengelupas dan tanaman liar yang dibiarkan tumbuh malah menambah kesan eksotis. Pengunjung berlomba-lomba mencari sisi aestetik dari bangunan benteng Willem I saat berfoto.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Get the amazing news right in your inbox

Berita Terpopuler

0 Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.