Tutup Iklan

Guru SMAN 1 Gondang Sragen Meninggal Gegara Covid-19, Gubernur Jateng: Bukan Karena PTM

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, memastikan kasus penularan Covid-19 yang menyebabkan guru SMAN 1 Gondang Sragen meninggal dunia bukan karena PTM.

Guru SMAN 1 Gondang Sragen Meninggal Gegara Covid-19, Gubernur Jateng: Bukan Karena PTM Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menggelar jumpa pers seusai memimpin rapat koordinasi penanganan Covid-19 di kantornya, Senin (18/1/2021).

Semarangpos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, memastikan kasus penularan Covid-19 yang terjadi di SMAN 1 Gondang, Kabupaten Sragen, bukan karena pelaksanaan pembelajaran tatap muka atau PTM.

Ganjar mengatakan SMAN 1 Gondang Sragen tidak termasuk dalam daftar 140 sekolah di Jateng yang melaksanakan uji coba PTM.

“Yang di Sragen itu bukan PTM, sudah kita cek dia bukan PTM. Justru sebenarnya yang kita awasai itu yang tidak PTM, dan ternyata dia tidak melaksanakan aktivitas di sekolah. Hanya ada guru yang ketularan dari kegiatan lain dan menularkan pada teman-temannya,” terang Ganjar di kantornya, Senin(19/4/2021).

Baca juga: Petis Bumbon, Kuliner Khas Semarang yang Hanya Ada saat Ramadan

Total ada tiga guru SMAN 1 Gondang yang dikabarkan meninggal akibat terpapar Covid-19.

Kejadian itu pun membuat semua guru, lanjut Ganjar harus berhati-hati. Meski kurva Covid-19 sudah menurun, namun protokol kesehatan harus dilaksanakan ketat.

“Kemarin-kemarin sebenarnya kita sudah lakukan pengetatan, khususnya untuk guru-guru. Saya sudah komunikasi, untuk mereka-mereka ini diketatkan lagi, baik yang PTM maupun yang tidak PTM. Saya khawatir, yang tidak PTM itu merasa longgar, terus gurunya piknik, bepergian ke daerah lain, kumpul-kumpul. Ini kan bahaya,” tegasnya.

Terkait kondisi terkini, Ganjar mengatakan klaster SMAN 1 Gondang sudah ditangani. Beberapa guru dan karyawan yang terkonfirmasi Covid-19 dinyatakan orang tanpa gejala (OTG) dan beberapa berhasil disembuhkan.

“Beberapa memang ada yang meninggal. Maka saya sampaikan hati-hati betul. Semua ini belum selesai, protokol kesehatan harus tetap ketat,” ujarnya.

Lancar

Dalam kesempatan itu, Ganjar juga menegaskan pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka di 140 sekolah di Jateng berjalan bagus. Sampai hari ini, tidak ada temuan berarti dari pelaksanaan uji coba itu.

“Evaluasi PTM alhamdulillah sampai hari ini berjalan bagus dan belum ada temuan yang luar biasa,” kata Ganjar.

Baca juga: Aktivis Perempuan Sebut KI Provinsi Jateng Lamban Tangani Kasus KDRT Pejabat

Dari sisi kedisiplinan siswa, Ganjar menilai uji coba PTM berjalan baik. Akan tetapi, justru dari kalangan guru yang mendapat beberapa catatan.

“Kalau siswanya itu sudah jalan bagus, hanya yang kita ketati gurunya. Saya mohon betul bapak ibu guru untuk memperbaiki. Jarak yang terlalu dekat, kadang lupa karena kebiasaan ngobrol berdekatan, maskernya dibuka saat ngobrol, ngajar di ruang kelas maskernya dibuka dan lainnya. Saya minta semua guru memperbaiki,” tegasnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Get the amazing news right in your inbox

Berita Terpopuler

0 Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.

Komentar Ditutup.