Hakordia 2025, Ketua DPRD Jateng Sumanto Soroti Pentingnya Transparansi dalam Proses Penganggaran
Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) tingkat Provinsi Jawa Tengah 2025 berlangsung pada Kamis (4/12/2025) dengan menghadirkan Ketua KPK Setyo Budiyanto, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Wagub Taj Yasin, dan Ketua DPRD Jateng Sumanto.
Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) tingkat Provinsi Jawa Tengah 2025 berlangsung pada Kamis (4/12/2025) dengan menghadirkan Ketua KPK Setyo Budiyanto, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Wagub Taj Yasin, dan Ketua DPRD Jateng Sumanto. (Istimewa) Semarangpos.com, SEMARANG-Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) tingkat Provinsi Jawa Tengah 2025 berlangsung pada Kamis (4/12/2025) dengan menghadirkan Ketua KPK Setyo Budiyanto, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Wagub Taj Yasin, dan Ketua DPRD Jateng Sumanto.
Acara yang terselenggara bersamaan dengan Gelar Pengawasan Daerah (Larwasda) itu mengangkat tema Optimalisasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan untuk Mewujudkan Jawa Tengah yang Berintegritas dan Kolaboratif.
Dalam sesi dialog, Ketua DPRD Jateng Sumanto menjawab pertanyaan soal langkah dewan dalam mengantisipasi dinamika kasus korupsi dan gratifikasi di wilayah tersebut. Ia menegaskan bahwa DPRD memperkuat peran anggaran sebagai wujud nyata pencegahan korupsi.
“Kami menekankan fungsi budgeting. Tahun ini APBD Jateng mencapai Rp24 triliun, dan kami punya hak di sana,” ujar Sumanto.
Ia menjelaskan bahwa proses penganggaran berlangsung transparan, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten. Menurutnya, keterbukaan menjadi kunci utama.
“Di budgeting ini, kades dan bupati sudah paham soal transparan karena setiap orang bisa memasukkan aspirasi. Sistem yang sudah transparan ini membuat semua orang dapat mengakses. Jadi publik bisa mengetahui program mana saja yang menjadi prioritas,” lanjutnya.
Baca Juga: Dorong Regenerasi Dalang, Sumanto: Upaya Pelestarian Wayang Kulit jangan Hanya Slogan
Sumanto juga menyoroti pentingnya respons pemerintah terhadap aspirasi masyarakat. Ia menilai keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada anggaran, tetapi juga pada kemampuan pemerintah membaca kebutuhan warga.

“Kami berharap pemerintah dapat menerima aspirasi masyarakat, karena pembangunan yang kita harapkan menyentuh bidang, seperti infrastruktur dan pendidikan,” paparnya.
Politisi PDI Perjuangan itu kemudian menjawab pertanyaan mengenai konteks pengawasan DPRD terhadap Pemprov Jateng sebagai lembaga eksekutif dan hubungan DPRD dengan inspektorat. Ia menegaskan bahwa DPRD menjalankan tiga fungsi utama yang menjadi pondasi kerja mereka.
“Kami punya fungsi legislasi, kami menyempurnakan peraturan. Ada fungsi budgeting dan pengawasan. Kami dipilih oleh rakyat, dan kami hanya punya tiga fungsi itu,” tegas Sumanto.
Baca Juga: Ketua DPRD Jateng Sumanto Minta Pemerintah Selesaikan Berbagai Permasalahan Peternak
Peringatan Hakordia 2025 ini menjadi momentum evaluasi bersama antara eksekutif, legislatif, dan lembaga antikorupsi dalam menguatkan integritas daerah. Melalui pesan yang disampaikan Sumanto, DPRD Jateng menegaskan komitmen memperkuat transparansi dan pengawasan agar Jawa Tengah tetap berada pada jalur pembangunan yang bersih dan berintegritas. (NA)
Baca Juga
- Beri Masukan untuk RKPD 2027, DPRD Jateng Dorong Perbaikan Jalan dan Penguatan Ekonomi Syariah
- Tanam Pohon dan Tebar Benih Ikan di Karangpandan, Sumanto: Harus Ikhlas untuk Anak Cucu Kita
- Gelar Wayang Kulit Lakon Gatotkaca Sungging, Sumanto Singgung Nilai Kepahlawanan dan Pengabdian
- Ketua DPRD Jateng Sumanto Ajak Warga Karanganyar Maksimalkan Potensi Sentra Durian
- Sumanto Singgung Mitos Genderuwo, Pohon Besar Dijaga demi Kelangsungan Sumber Air Desa
- Ketua DPRD Jateng Sumanto: WFH Jangan Sekadar Slogan, Harus Diawasi Agar Efektif
- Sumanto Canangkan Program Jogo Kali Merawat Bumi, Tanam Pohon Penyimpan Air di Sekitar Sungai
0 Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.