Harga Pertamax di Jateng & DIY Turun Lagi, Jadi Rp9.000 Per Liter

Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di Jateng dan DIY kembali mengalami penurunan per 1 Februari 2020.

Harga Pertamax di Jateng & DIY Turun Lagi, Jadi Rp9.000 Per Liter Ilustrasi petugas di SPBU. (dok. Solopos/JIBI)

Semarangpos.com, SEMARANGPertamina kembali melakukan penyesuaian harga untuk bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax. Produk BBM andalan Pertamina ini kembali mengalami penurunan harga per 1 Februari 2020.

Harga Pertamax RON 92 yang sebelumnya dibanderol Rp9.200 per liter, turun menjadi Rp9.000 per liter. Sedangkan, harga Pertamax Turbo yang semula Rp9.900 per liter, turun menjadi Rp9.850 per liter.

Penurunan harga Pertama dan Pertamax Turbo ini merupakan yang kali kedua dilakukan Pertamina sepanjang tahun 2020 ini. Sebelumnya, Pertamina juga telah melakukan penurunan harga terhadap Pertamax RON 92 dan Pertamax Turbo pada 5 Januari lalu.

Dikutip dari keterangan resmi Pertamina, penurunan atau penyesuaian harga BBM umum ini dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM 187K/10/MEM/2019 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan.

Sementara itu, untuk penyesuaian harga di wilayah PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada produk Pertamina RON 92 dijual Rp9.000 per liter atau turun Rp200 dari harga sebelumnya.

Penurunan juga berlaku untuk produk Pertamax Turbo dari Rp9.900 per liter menjadi Rp9.850 per liter/

Sedangkan untuk produk lain seperti Pertalite, Premium, Pertamina Dex, dan Dexlite tidak mengalami perubahan. Harga Pertalite masih berada di angka Rp7.650 per liter, Premium Rp6.450 per liter, Pertamina Dex Rp10.200 per liter, dan Dexlite Rp9.500 per liter.

Get the amazing news right in your inbox

Berita Terpopuler

0 Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.