Tutup Iklan

Polda Jateng Larang Petasan Selama Bulan Puasa

Kepolisian Daerah Jawa Tengah atau Polda Jateng menegaskan terkait larangan memperjualbelikan dan membunyikan petasan selama bulan puasa.

Polda Jateng Larang Petasan Selama Bulan Puasa Ilustrasi petasan. (Dok, JIBI/Solopos)

Semarangpos.com, MAGELANG – Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) melarang praktik jual beli petasan maupun bunyi petasan selama bulan puasa atau Ramadan 2021.

Larangan itu disampaikan Kapolda Jateng, Irjen Pol. Ahmad Luthfi, saat memberikan arahan kepada kapolres se-eks Keresidenan Kedu di Hotel Grand Artos, Kota Magelang, Kamis (15/4/2021).

“Tidak ada yang jual petasan dan bunyi petasan selama bulan puasa dan Hari Raya Idulfitri. Tidak ada ormas [organisasi masyarakat] yang melakukan razia atau sweeping di tengah masyarakat,” tutur Luthfi.

Baca juga: Polda Jateng Tak Halau Pemudik Sebelum Tanggal 6 Mei

Selain melarang petasan, dalam kesempatan itu Kapolda juga meminta aparat kepolisian gencar melakukan sosialisasi terkait larangan mudik Lebaran 2021 dari pemerintah.

Ia juga meminta agar jajarannya menggiatkan patroli terhadap kerumunan massa di tempat-tempat keramaian.

“Bahkan tempat wisata seperti Candi Borobudur, Dieng, Batujajar, dan lain-lain harus diantisipasi kerumunan massa. Protokol kesehatan wajib diterapkan,” tegas Kapolda Jateng.

Kapolda menambahkan untuk jalur utara dan selatan juga sudah disiapkan posko penyekatan. Meski demikian, hingga saat ini kepolisian masih dalam taraf memberikan edukasi dan bukan penindakan.

“Untuk di wilayah Jateng ada 14 titik perbatasan masuk ke Jateng. Jika kedapatan pemudik masuk Jateng, akan kita minta putar balik,” tegasnya.

Baca juga: Polda Jateng Larang Petasan saat Tahun Baru

Kapolda berharap pemudik tidak nekat masuk atau melintas di wilayah Jateng. Jika tetap bersikeras, pihaknya tidak akan segan memaksa untuk berputar arah.

“Masih nekat masuk Jateng? Anggota akan memaksa putar balik. Harapan saya, masyarakat mematuhi peraturan pemerintah dan menerapkan protokol kesehatan. Toh, itu demi kebaikkan kita semua,” ujarnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Get the amazing news right in your inbox

Berita Terpopuler

0 Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.

Komentar Ditutup.