Seluruh Exit Tol Jateng Ditutup, Ganjar: Ini Bukan Upaya Lockdown

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mendukung upaya Polda Jateng menekan mobilitas masyarakat dengan menutup seluruh exit tol yang ada di wilayahnya.

Seluruh Exit Tol Jateng Ditutup, Ganjar: Ini Bukan Upaya Lockdown Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, saat menggelar jumpa pers seusai rapat penanganan Covid-19 di kantornya, Senin (21/6/2021). (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)

Semarangpos.com, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, mendukung penutupan seluruh exit tol yang ada di wilayahnya mulai 16-22 Juli. Keputusan itu, lanjut Ganjar, dilakukan sebagai upaya menekan pergerakan masyarakat selama PPKM Darurat.

“Kapolda [Irjen Pol. Ahmad Luthfi] kemarin  sudah lapor ke saya untuk melakukan pengetatan-pengetatan itu. Namun saya minta diperhitungkan dua hal. Satu, kalau ditutup kira-kira mereka akan berangkat tidak, dia tetap stay atau tetap pergi,” ujar Ganjar seusai memimpin Rakor Ketersediaan Oksigen Medis di kantornya, Selasa (13/7/2021).

Ganjar mengatakan, jika masyarakat tetap diperbolehkan pergi maka akan mencari jalan lain. Soal ini pun dirinya mendapat komplain dari Kabupaten Grobogan yang merupakan jalur alternatif.

Baca juga: PPKM Darurat Masih Berlaku, Jateng Bakal Tutup 27 Pintu Tol

“Ini yang mesti diantisipasi. Kalau ditutup, mereka [pengguna tol] lewat mana. Ini yang mesti diperhatikan,” ujar Ganjar.

Ganjar juga menegaskan jika pengetatan itu bukan upaya lockdown Jateng. Kebijakan sepenuhnya pengetatan untuk mengurangi mobilitas. Hal itu dikarenakan transportasi merupakan sektor esensial seperti distribusi obat-obatan dan logistik, sehingga masih diizinkan untuk melintas.

“Karena faktanya ini peningkatannya masih tinggi, faktanya ini variannya sudah Delta. Terus kemudian, faktanya orang masih cuek. Padahal kita tahu, mengurus oksigen saja sudah kaya begini [kerepotan],” ujarnya.

Pemadaman Lampu

Hal lain yang perlu diperhatikan, lanjut Ganjar, adalah tren mematikan lampu di waktu malam hari. Langkah itu memang terbukti cukup mampu mendorong masyarakat untuk tidak pergi dan mengurangi pergerakan.

“Cuma saya minta juga diperhatikan ketika ada yang mengawal agar tidak terjadi kejahatan atau kecelakaan [saat lampu dipadamkan]. Itu dua hal yang saya minta kepada kawan-kawan [Polda Jateng],” tutur Ganjar.

Di sisi lain, Ganjar berharap masyarakat mendukung upaya pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19. Apalagi, Covid-19 varian Delta sudah ditemukan di beberapa wilayah Jateng.

Baca juga: Tak Hanya Exit Tol, 224 Titik Perbatasan Jateng Juga Bakal Dilakukan Penyekatan Mulai 16-22 Juli

“Maka tolong masyarakat, tolong betul kalau tidak bergerak [aktivitas] insyaallah akan terlindungi. Kalau terlindungi, maka tidak pergi ke rumah sakit. Kalau semua ke rumah sakit, rumah sakit akan penuh. Nanti orang-orang akan marah soal ambulans, tempat tidur, dan oksigen,” terangnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Get the amazing news right in your inbox

Berita Terpopuler

0 Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.

Komentar Ditutup.