Tutup Iklan

Berisi Belasan Pemudik, Truk Angkut Hewan Peliharaan & Motor Disetop di Grobogan

Petugas gabungan mengamankan sebuah truk yang berisi belasan pemudik bersama hewan peliharaan dan motor di posko penyekatan di Purwodadi, Grobogan.

Berisi Belasan Pemudik, Truk Angkut Hewan Peliharaan & Motor Disetop di Grobogan Kasatlantas Polres Grobogan AKP Sri Martini didampingi Kanit Regident Iptu Joko memeriksa truk bermuatan pemudik, motor, dan hewan peliharaan di posko Putat, Kecamatan Purwodadi, Minggu (9/5/2021). (Solopos.com/Satlantas Polres Grobogan)

Semarangpos.com, PURWODADI – Petugas gabungan di Posko Penyekatan Putat, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah (Jateng) mengamankan truk berisi belasan pemudik, Minggu (9/5/2021). Petugas juga menemukan hewan peliharaan dan sepeda motor di dalam truk tersebut.

Berawal dari tim gabungan terdiri dari polri, TNI, Satpol PP, Dishub, dan Dinas Kesehatan Grobogan menghentikan truk berpelat nomor Grobogan. Semula petugas tidak mencurigai jika truk berwarna merah tersebut mengangkut pemudik.

Namun ketika dilakukan pengecekan, petugas menemukan 16 orang yang berjubel di dalam truk bersama hewan peliharaan dan sepeda motor. Kontan petugas meminta para penumpang untuk turun, dari 16 penumpang tersebut dua di antaranya masih berusia balita.

Baca jugaKapal India Bawa ABK Positif Covid-19 ke Cilacap, Ganjar Minta Transaksi Dagang Disetop

“Setelah kita cek ternyata ada 16 orang dan barang bawaan di dalam truk. Ada juga hewan peliharaan seperti anjing dan burung, serta empat sepeda motor,” jelas Kasatlantas Polres Grobogan AKP Sri Martini melalui Kanit Regiden Satlantas Polres Grobogan Iptu Joko Susilo, Minggu (9/5).

Setelah para pemudik turun dari truk, petugas kemudian meminta keterangan sekaligus mendata mereka. Kepada petugas mereka mengaku bekerja di Tangerang dan bermaksud mudik ke Kecamatan Kardenan, Grobogan dan Kabupaten Blora.

Mereka yang nekat mudik naik truk bersama hewan peliharaan dan kendaraan bermotor mengaku tahu ada larangan mudik. Namun karena ada beberapa alasan mereka tetap mudik kendati naik truk.

“Saya terpaksa mudik karena istri di kampung hendak melahirkan,” ujar salah seorang pemudik naik truk, Badruli.

Rapid Test Antigen

Setelah dilakukan pendataan, mereka kemudian diwajibkan menjalani rapid test antigen oleh petugas dari Dinas Kesehatan Grobogan. “Hasil rapid test antigen semuanya negatif sehingga diperbolehkan melanjutkan perjalanan. Namun dengan kendaraan umum dan dijemput keluarga. Sedangkan truk pemudik kita tahan sampai 14 hari ke depan,” jelas Iptu Joko Susilo.

Baca juga: Jateng Larang Salat Id Berjemaah di Zona Merah & Oranye

Sebelumnya Polres Grobogan mendirikan tujuh pos pengamanan lebaran sekaligus untuk penyekatan pemudik. Kendati wilayahnya tidak berbatasan dengan provinsi lain, hal ini untuk antisipasi penyebaran Covid-19.

Tujuh pos tersebut, menurut Kapolres Grobogan, AKBP Jury Leonard Siahaan, terbagi menjadi enam pos penyekatan dan satu pos pelayanan. Enam pos penyekatan berada di Kecamatan Purwodadi, Godong, Ngaringan, Geyer, Grobogan, dan Gubug. Satu lagi, pos pelayanan di Simpang Lima Purwodadi.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Get the amazing news right in your inbox

Berita Terpopuler

0 Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.

Komentar Ditutup.