Duh, 3.000 Permen Karet Ditempelkan di Candi Borobudur…

Balai Konservasi Borobudur (BKB) mendeteksi adanya 3.000 noda permen karet di bebatuan bagian Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Duh, 3.000 Permen Karet Ditempelkan di Candi Borobudur… Pegawai Balai Konservasi Borobudur menunjukkan noda permen karet di bebatuan Candi Borobudur. (Antara-Heru Suyitno)

Semarangpos.com, MUNGKID — Ribuan permen karet ditinggalkan menempel di bebatuan Candi Borobudur oleh pengunjung jahil situs cagar budaya tingkat dunia itu. Menurut Kepala Balai Konservasi Borobudur (BKB), Tri Hartono, ada 3.000 noda permen karet di bebatuan candi itu.

BKB pun bertindak cepat mengatasi vandalisme tak bertanggung jawab itu. Tri Hartono mengatakan pihaknya telah membersihkan noda-noda permen karet tersebut.

“Itu dari vandalisme pengunjungnya yang di pengamatan kami dan selalu kami lakukan pembersihan. [noda permen karet] Ada semua, teras stupa,” terang Tri sebagaimana dilansir Detik.com, Jumat (14/2/2020).

“Dor!”, Warga Kudus Luka Bakar 80% saat Pasang Pagar

Anggota staf BKB, Hari Setyawan, mengatakan noda-noda tersebut ditemukan di lantai VII hingga X candi Buddha itu. Noda dari permen karet tersebut berbentuk bulatan putih.

“Apabila bapak ibu memperlihatkan secara detail pada lantai, pada stupanya akan ada noda putih-putih, berbentuk bulat. Itu adalah noda-noda permen karet yang dihasilkan oleh pengunjung. Tentu saja susah kami kontrol. Kami tidak mungkin kan orang masuk sini, “Mas mulutnya dibuka mas, ada permen karetnya tidak,’ Itu lah yang sulit kami kontrol,” jelas Hari Satyawan.

Akibat ulah pengunjung yang usil ini, BKB akan membatasi kunjungan wisatawan di kompleks Candi Borobudur hingga di lantai VIII saja.

Dituduh Hina Jokowi, Dosen Unnes Tantang Rektor Debat

“Dan mungkin kebijakan yang ada saat ini adalah membatasi, bukan menutup. Membatasi pengunjung di lantai IX dan X. Akan kami tindak lanjuti juga dari pemeliharaan mungkin dengan menghilangkan noda permen karet. Karena tidak bisa langsung digosok gitu tidak akan hilang karena noda itu sudah terjadi mungkin puluhan tahun atau bahkan dari satu tahun noda itu menempel,” tukasnya.

Bukan hanya noda permen karet, diinformasikan Harian Jogja, aksi vandalisme lainnya juga ditemukan di Candi Borobudur. Beberapa di antaranya adalah sejumlah pengunjung duduk-duduk dan memanjat dinding/pagar langkan candi/stupa, mencorat-coret, menggeser, mencungkil, dan membuang sampah sembarangan pada area candi.

Bahkan, pengunjung juga ada yang merokok dan mematikannya dengan cara ditekan pada batuan, melompat-lompat di atas stupa atau langkan candi, hingga menyentuh dan bersandar pada relief candi. Perilaku ini bisa membahayakan kelestarian bangunan cagar budaya itu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

 

Get the amazing news right in your inbox

Berita Terpopuler

0 Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.