Testing Tinggi, Positivity Rate Jateng Dekati Standar WHO
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) mengklaim angka positivity rate di wilayahnya sudah di angka 6,01% atau mendekati standar WHO.

Semarangpos.com, SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menyatakan terus menggencarkan testing dan tracing. Berkat intensitas testing dan tracing itu, angka positivity rate di Jateng pun diklaim terus turun dan mendekati standar yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia atau WHO.
Hal itu disampaikan Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng, Prasetyo Aribowo, dalam paparannya saat rapat penanganan Covid-19 di Kantor Pemprov Jateng, Kota Semarang, Selasa (14/9/2021).
Prasetyo menyebut rasio testing dan tracing di Jateng terus digenjot. Bahkan di pekan ke-36, rasio testing Jateng mencapai 217,58%.
Baca juga: Positivity Rate Masih 30%, Gubernur Ganjar Sebut Testing Jateng Lampaui Standar WHO
“Jumlah itu meningkat dari pekan kemarin yang berada di angka 147,77%. minggu ke-35 kemarin yang hanya 147,77 persen. Dan kalau dilihat dari testing harian, pada tanggal 12 September kemarin testing kita mencapai 258,90% dalam sehari,” ujar Prasetyo.
Prasetyo mengatakan sejumlah daerah di Jateng juga telah mencapai rasio testing di atas 100%. Namun ada tujuh kabupaten/kota yang rasio testing masih di bawah 100%.
“Tapi tidak ada daerah yang rasio testing-nya di bawah 50%,” ujar Prasetyo.
Rasio Tracing
Sedangkan untuk 6 kabupaten/kota yakni Kudus, Jepara, Batang, Rembang, Klaten, dan Temanggung, rasio tracing sudah memenuhi target, yakni 15 orang per satu kasus positif.
“Untuk itu, kami minta semua daerah untuk meningkatkan tracing sesuai rasio yang ditentukan,” jelasnya.
Prasetyo menyebutkan untuk positivity rate di Jateng saat ini juga terus mengalami penurunan. Ia mengklaim angka positivity rate Jateng mencapai 6,01%, atau turun dari pekan sebelumnya yang berada di angka 9,65%.
Meski demikian, angka positivity rate Jateng ini belum memenuhi standar WHO. Badan Kesehatan Dunia itu menetapkan standar positivity rate suatu wilayah adalah kurang dari 5%.
Baca juga: Asyik! Semarang Bridge Fountain Kembali Nyala Akhir Pekan Ini
Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, juga mengingatkan semua daerah untuk tidak mengendurkan testing dan tracing. Menurutnya, cara itu penting dilakukan untuk mengetahui kondisi masyarakat yang sebenarnya.
“Termasuk kami sudah membeli alat tes whole genome sequencing [WGS] untuk mendeteksi apakah ada varian baru atau tidak. Saya minta setiap daerah mulai mengambil sampel untuk dites menggunakan WGS,” ujar Ganjar.
KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya
Baca Juga
- Tambang Ilegal Sulit Diberantas, Butuh Komitmen Tegas Pemerintah
- Penyerahan Pengelolaan Pasar Desa jadi Tantangan Agar BUM Desa Profesional
- DPRD Jateng Dorong Masyarakat Manfaatkan Kecanggihan Teknologi untuk Hal Produktif
- 25 Orang Lolos Tes Potensi Calon Anggota Komisi Informasi Jateng
- Waduh! Ribuan Vaksin AstraZeneca di Kudus Dikembalikan
- Polda Jateng Siapkan Skenario Hadapi Libur Nataru
- Vaksinasi Covid-19 Untuk Anak Dimulai 24 Desember, Jateng Kapan?
0 Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.