Apresiasi Aksi Damai, DPRD Jateng Minta Buruh Tunggu Draf UU Cipta Kerja
Aksi unjuk rasa atau demo menolak Omnibus Law Cipta Kerja berlangsung damai di depan Gedung DPRD Jateng, Kota Semarang, Senin (13/10/2020).
Wakil Ketua Komisi E DPRD Jateng, Abdul Aziz, dan anggota Fraksi Gerindra, Yudi Indras Wiendarto, menerima bunga dari perwakilan buruh yang menggelar unjuk rasa UU Cipta Kerja di depan Gedung DPRD Jateng, Kota Semarang, Senin (12/10/2020). (Semarangpos.com-Humas DPRD Jateng)
Semarangpos.com, SEMARANG — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Tengah atau DPRD Jateng mengapresiasi aksi unjuk rasa buruh menolak UU Cipta Kerja di depan Gedung DPRD Jateng, Senin (12/10/2020).
Aksi yang diikuti ratusan buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) itu berlangsung dalam suasana penuh keakraban.
Massa bahkan sempat bernyanyi bersama Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, yang menemui. Selain Ganjar, massa juga ditemui Kapolda Jateng, Irjen Pol. Ahmad Lutfi; dan Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Bhakti Agus Fadjari.
Bawa Keranda ke DPR, Mahasiswa Salatiga Tolak Omnibus Law
Sementara itu, dari kalangan DPRD Jateng, Wakil Ketua Komisi E, Abdul Aziz, dan anggota Fraksi Partai Gerindra, Yudi Indras Wiendarto, turut hadir di tengah-tengah buruh. Kedua legislator Jateng itu bahkan mendapat bunga dari perwakilan buruh dalam aksi damai tersebut.
Yudi mengapresiasi aksi damai yang dilakukan buruh. Ia menilai aksi itu patut dicontoh oleh buruh maupun mahasiwa yang menyuarakan aspirasinya.
“Mari sama-sama kita tunggu [salinan] UU tersebut dengan hati damai. Karena yang beredar saat ini belum ada yang resmi,” ujar Yudi kepada Semarangpos.com, seusai aksi.
Yudi mengatakan sebelum aksi damai itu berlangsung dirinya sempat menemui para buruh di Kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng.
Kecewa
Sementara itu, Ketua KSPN Jateng, Nanang Setyono, mengatakan kecewa dengan DPR yang terkesan buru-buru dalam mengesahkan UU Cipta Kerja. Padahal, salinan resmi belum ada.
Ia pun berharap pemerintah Jateng untuk membantu merealisasikan perjuangan buruh.
“Kami kecewa, meski sudah diputuskan namun salinan UU belum bisa didapat. Kami curiga ada apa-apa yang merugikan buruh,” kata Nanang.
Sementara itu, Gubernur Ganjar menegaskan siap mendampingi para buruh menyampaikan aspirasi kepada pemerintah pusat terkait UU Cipta Kerja. Bahkan tak perlu diperintah, Ganjar menegaskan sudah berkomunikasi dengan para menteri terkait tuntutan para buruh itu.
Gubernur Jateng Sosialisasi UU Cipta Kerja, KSPI: Draf Belum Ada, Apa yang Dibahas?
Kepada sejumlah menteri, Ganjar menyampaikan bahwa UU Cipta Kerja ditolak oleh buruh. Namun sayang, sampai sekarang semuanya belum paham, apa isi dari undang-undang itu.
“Buruh yang menolak kebingungan, kami juga tidak tahu. Maka saya mendorong pemerintah pusat agar segera memberikan draf salinan undang-undang itu. Teman-teman jangan khawatir, Jakarta sudah mendengar suara dari Jawa Tengah,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, buruh dan pejabat sempat bernyanyi bersama. Kendati demikian, para pejabat tak henti-henti mengingatkan massa tetap menjaga jarak dan mengenakan masker sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya
Baca Juga
- Beri Masukan untuk RKPD 2027, DPRD Jateng Dorong Perbaikan Jalan dan Penguatan Ekonomi Syariah
- Tanam Pohon dan Tebar Benih Ikan di Karangpandan, Sumanto: Harus Ikhlas untuk Anak Cucu Kita
- Ketua DPRD Jateng Sumanto: WFH Jangan Sekadar Slogan, Harus Diawasi Agar Efektif
- Sumanto Canangkan Program Jogo Kali Merawat Bumi, Tanam Pohon Penyimpan Air di Sekitar Sungai
- Ketua DPRD Jateng Sumanto Harap Bedah LKPJ 2025 Hasilkan Rekomendasi Konkret dan Terukur
- Dana Transfer Pusat Turun Rp1,5 Triliun, Sumanto Minta Pemprov Lebih Mandiri dan Kreatif Gali Potensi PAD
- DPRD Jateng Bahas Raperda Penyelenggaraan Standarisasi Jalan dan Garis Sempadan
0 Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.