Di Rembang, Tukang Bangunan Kembalikan BLT

Warga Desa Kumendang, Rembang, Jateng mundur dari daftar penerima bantuan langsung tunai alias BLT bagi warga terdampak pandemi Covid-19.

Di Rembang, Tukang Bangunan Kembalikan BLT Ilustrasi uang tunai rupiah. (Solopos-Dok.)

Semarangpos.com, REMBANG — Kesadaran warga mengembalikan bantuan langsung tunai dari pemerintah saat pandemi virus corona jenis baru menebal. Terakhir, Sabtu (30/5/2020), lima warga Desa Kumendang, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah menyatakan mundur dari daftar penerima manfaat BLT.

Kepada Pemkab Rembang, mereka menyatakan mundur karena merasa ada yang lebih berhak menerima bantuan langsung tunai bagi warga terdampak Covid-19. Salah seorang dari lima warga yang mundur dan mengembalikan BLT itu adalah Saroto yang sehar-harinya bekerja sebagai tukang bangunan.

Meski sebulan terakhir ia tak bekerja lantaran sepi job, ia merasa tak berhak menerima bantuan pemerintah bagi warga terdampak Covid-19 itu. Ia pun rela mengembalikan BLT agar uangnya bisa disalurkan kepada warga lain yang lebih berhak.

Mercusuar Willem III Saksikan Perjalanan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang  

Ia menegaskan langkahnya bukan sombong atau merasa kaya. Ia semata-mata mengembalikan BLT karena ia menyadari ada keluarga lain yang lebih membutuhkan dana bantuan dari pemerintah tersebut.

“Saya juga rakyat jelata, hanya tukang batu, sebulan niki [ini] juga libur. Tidak menerima bantuan, bukan kok gemede [sok gede], mboten ngoten niku [bukan seperti itu],” katanya dikutip laman aneka berita Murianews dari Sindonews.com.

Saroto menyebut semakin mantap untuk mengembalikan BLT setelah mendapat masukan dari para kiai dan aparat kepolisian. Dengan mengiklaskan bantuan itu kepada yang lebih berhak, ia pun berharap rezekinya semakin lancar.

Mahasiswa Sebar Foto Telanjang Kekasih, Polisi Banyumas Bergerak

“Semoga niat saya tidak menerima [BLT] dan diserahkan kepada yang berhak, rezeki saya bisa dilipatgandakan. Mugi-mugi [semoga] jadi amalan barokah, diterima Allah Swt,” kata Saroto.

Saroto Tak Sendiri

Selain Saroto, ada empat warga Desa Kumendung yang mengembalikan BLT. Mereka mengaku meski bukan orang kaya, tapi perekonomi mereka masih mencukupi sehingga mengembalikan bantuan agar disalurkan ke keluarga lain yang berhak.

Kepala Desa Kumendung, Dwi “Wiwik” Handayani, membenarkan ada lima warganya yang mengembalikan BLT. Ia pun mengapresiasi sikap warganya itu yang legawa mengembalikan BLT.

Wali Kota Akui Potensi New Normal Semarang Mundur

“Mereka sukarela enggak menerima bantuan, padahal terdaftar. Ini membuat saya bangga dan trenyuh, mereka bisa memampukan dirinya,” ujarnya.

Sementara dikutip dari website resmi Pemkab Rembang, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) menyebut BLT dari pemerintah kabupaten dikucurkan untuk 19.113 keluarga penerima manfaat (KPM).

Masing-masing KPM mendapatkan BLT senilai Rp200.000 selama sembilan bulan. Pemkab Rembang pun menyiapkan dana Rp36 miliar untuk program ini.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Get the amazing news right in your inbox

Berita Terpopuler

0 Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.