Isolasi Mandiri Tak Disiplin, Jateng Bakal Dirikan Pusat Karantina Covid-19
Isolasi mandiri pasien Covid-19 di Jateng diduga kurang disiplin sehingga membuat Pemprov Jateng berencana mendirikan pusat karantina.
Ilustrasi tempat karantina pasien Covid-19. (Dok. Solopos.com) Semarangpos.com, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atau Pemprov Jateng berencana mendirikan pusat karantina atau tempat isolasi bagi pasien Covid-19 secara terpusat. Hal tersebut dilakukan menyusul masih tingginya angka penularan Covid-19 akibat isolasi mandiri yang kurang disiplin dari pihak yang terpapar virus.
Rencana pendirian pusat karantina pasien Covid-19 disampaikan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, seusai mengikuti rapat koordinasi (rakor) penanganan Covid-19 melalui video conference (vicon), Selasa (1/12/2020).
Ganjar mengatakan sebenarnya Jateng sudah sejak lama menggunakan tempat isolasi secara terpusat di Kota Semarang. Selain itu, Jateng juga memanfaatkan hotel milik Pemprov Jateng, yakni Hotel Kesambi sebagai lokasi isolasi mandiri.
Kasus Covid-19 di Jateng Naik Terus, 75% Bed Isolasi Terisi
“Sebenarnya sudah banyak cara, kalau Kota Semarang kan sudah dari dulu rumah [dinas] Wali Kota Semarang [jadi tempat isolasi]. Kita juga bantu dengan Hotel Kesambi. Kita lebih dulu sebenarnya,” ujar Ganjar.
Hanya saja, lanjut Ganjar, di beberapa kabupaten/kota yang saat ini mengalami kenaikan kasus Covid-19 belum diterapkan. Beberapa daerah itu saat ini mulai membuat atau mencari tempat untuk isolasi mandiri secara terpusat.
“Contoh di Banyumas. Itu sudah bisa juga, dia buat sekarang di Baturaden. Cuma kemarin Kota Pekalongan, pak Wali bilang hotelnya enggak mau,” kata Ganjar.
Pengawasan Ketat
Oleh karena itu, Ganjar mengaku pihaknya melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng telah memetakan daerah dengan angka kasus Covid-19 yang tinggi. Sehingga, pasien Covid-19 yang harus menjalani isolasi mandiri benar-benar bisa menerima pelayanan dan pengawasan secara ketat.
“Maka sekarang kita mencari agar isoman [istirahat, salat, dan Kaman] betul-betul nyaman. Nah, kita mau tindaklanjuti apa yang disampaikan oleh pak Luhut [Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi] agar setiap kabupaten/kota menyiapkan [isolasi mandiri]. Sehingga kalau mereka diisiolasi itu nyaman. Nyaman dan terukur,” tambahnya.
Ini Kiat Plt Kepala Disdikbud Jateng Soal PTM…
Rencana mendirikan tempat isolasi atau karantina terpusat di Jateng muncul setelah Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan bahwa Jateng saat ini masih mengalami kenaikan kasus Covid-19, dengan klaster terbanyak dari keluarga.
Luhut mengatakan, tempat isolasi terpusat perlu ditambah agar pengawasan dan penanganan terhadap pasien Covid-19 bisa lebih terkontrol, sehingga angka kesembuhan mengalami peningkatan.
KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya
Baca Juga
- Dukung Mudik Gratis 2026 Pemprov Jateng, Semen Gresik Berangkatkan Ratusan Pemudik dari Jakarta
- Berhasil Gaet Investasi Rp6,9 Triliun, Gubernur Ahmad Luthfi Fokus Energi Terbarukan
- Ahmad Luthfi Pastikan Kondisi Seni Sehat, TKI dari Temanggung yang Hilang di Malaysia
- Gubernur Ahmad Luthfi Sebut Rumah Sakit Kardiologi Emirates-Indonesia Tercanggih
- Bentuk Posbankum Terbanyak, Pemprov Jateng Raih Rekor MURI
- Pemprov Jateng akan Integrasikan Trans Jateng dengan Ojek Online dan Angkot
- Gubernur Ahmad Luthfi Perintahkan Bupati dan Wali Kota di Jateng Petakan Daerah Rawan Bencana
0 Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.