Jateng Bakal Tambah Sekolah untuk Pembelajaran Tatap Muka

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atau Pemprov Jateng akan menambah jumlah sekolah yang menggelar pembelajaran tatap muka pada Oktober nanti.

Jateng Bakal Tambah Sekolah untuk Pembelajaran Tatap Muka Plt. Kepala Disdikbud Jateng, Padmaningrum, berbincang dengan seorang siswa yang melaksanakan pembelajaran tatap muka di SMAN 2 Kota Tegal, Senin (7/9/2020). (Semarangpos.com-Humas Pemprov Jateng)

Semarangpos.com, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atau Pemprov Jateng akan menambah jumlah sekolah dan siswa yang melakukan pembelajaran tatap muka. Keputusan itu diterapkan menyusul hasil simulasi pembelajaran tatap muka sebelumnya yang tergolong sukses.

“Kami sudah evaluasi dan hasilnya cukup baik. Setelah dilakukan pengecekan, 97,4% ada dukungan orang tua, 95% pelaksanaan protokol kesehatan berjalan dengan baik, dan 82% komunikasi antara orang tua dan guru berjalan baik. Memang tetap harus diperbaiki agar pencapaiannya 100%,” ujar Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, Rabu (30/9/2020).

Sebelumnya, pembelajaran tatap muka diujicobakan di tujuh sekolah pada tiga kabupaten/kota di Jateng, awal September lalu.

Duh, Sejumlah Daerah di Jateng Minim Gelar Tes Covid-19, Mana Saja?

Ketujuh sekolah itu yakni SMAN 1 Parakan Temanggung, SMKN 1 Temanggung, SMAN 2 Wonosobo, SMKN 2 Wonosobo, SMAN 2 Kota Tegal, SMKN 2 Kota Tegal, dan SMA Pius Kota Tegal.

Dari hasil simulasi itu ada beberapa temuan yang menjadi catatan. Di antaranya, ada tiga siswa di Temanggung yang tinggal di pondok pesantren, dan dua siswa di Wonosobo yang berangkat menggunakan angkutan umum.

“Solusinya sudah diambil dengan meminta mereka belajar jarak jauh. Nah temuan-temuan ini juga akan menjadi pertimbangan,” imbuhnya.

Zonasi

Dengan evaluasi yang menunjukkan hasil baik itu, Ganjar akan kembali melanjutkan simulasi tatap muka di tujuh sekolah tersebut. Bahkan, jumlah siswa yang mengikuti simulasi belajar tatap muka juga akan ditambah.

“Beberapa sekolah lain juga kami persiapkan untuk melaksanakan simulasi ini. Selain sekolah kita, ada juga sekolah luar yang mengajukan seperti SMA Pradita Dirgantara Boyolali dan SMA Taruna Nusantara. Tapi kami minta persentase siswa harus terbatas dan simulasi harus ketat,” jelasnya.

Penambahan jumlah siswa dan jumlah sekolah lanjut Ganjar tentu dengan mempertimbangkan status zonasi. Jika zonasinya berubah menjadi merah, maka pembelajaran tatap muka pun dihentikan.

Jateng Mulai Gelar Pembelajaran Tatap Muka 7 September

Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Padmaningrum, menyebutkan simulasi belajar tatap muka di tujuh sekolah akan kembali digelar 5 Oktober mendatang. Jumlah siswanya akan ditambah 100% dari jumlah awal yang mengikuti tatap muka.

Ia mencontohkan, misalnya di SMKN 1 Temanggung yang awalnya diikuti 72 siswa, pada tahap kedua nanti akan ditambah menjadi 180 siswa. Begitu juga di sekolah lain yang lain.

“Selain itu, kami juga melakukan penambahan sekolah yakni di tiga SMK Negeri Jateng baik di Semarang, Pati dan Purbalingga, serta SMA Pradita Dirgantara dan Taruna Nusantara. Kenapa kami pilih sekolah yang berasrama, karena lebih mudah dalam pengaturannya,” katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Get the amazing news right in your inbox

Berita Terpopuler

0 Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.

Komentar Ditutup.