Jokowi Keluarkan Larangan Mudik, 600.000 Warga Jateng Sudah Pulang Kampung

Presiden Jokowi telah memutuskan larangan mudik pada Lebaran 2020 di masa pandemi virus corona atau Covid-19, tak terkecuali bagi warga Jateng.

Jokowi Keluarkan Larangan Mudik, 600.000 Warga Jateng Sudah Pulang Kampung Ilustrasi pemudik. (Dok. Solopos.com)

Semarangpos.com, SEMARANG – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengeluarkan kebijakan larangan mudik Lebaran 2020 di tengan pandemi Covid-19. Kendati demikian, sebelum keputusan itu diambil Jokowi, ratusan ribu pemudik telah pulang ke kampung, tak terkecuali di Jawa Tengah (Jateng).

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mengatakan hingga saat ini sudah ada sekitar 600.000 warga Jateng yang telah pulang kampung atau mudik dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Kendati demikian, Ganjar menyebut angka tersebut masih relatif kecil jika dibandingkan jumlah keseluruhan warga Jateng di Jabodetabek.

“Total Jateng di Jabodetabek itu ada 7 jutaan, jadi yang mudik masih sangat kecil. Untuk itu, kami berharap larangan mudik ini benar-benar memperhatikan nasib warga Jateng  yang ada di sana,” ujar Ganjar, Selasa (21/4/2020).

Jika Semarang Diterapkan PSBB, Kendal & Demak Kena Imbas

Disinggung penerapan larangan mudik tersebut, Gubernur Jateng mengatakan akan melaksanakan sesuai petunjuk pusat. Dirinya berharap, aparat penegak hukum segera menindaklanjuti kebijakan itu.

“Kalau itu [larangan mudik] sudah dijalankan, kan pasti akan ada penjagaan oleh aparat penegak hukum di pintu-pintu keluar atau masuk. Kalau itu dilakukan, kami pasti terbantu. Prinsipnya sudah betul, mereka yang di zona merah tidak usah keluar dulu. Kami minta provider telekomunikasi menyediakan jaringan lebih besar agar masyarakat kita tetap bisa berkomunikasi dengan keluarganya,” ucap Ganjar.

Penerima bantuan

Ganjar meminta kepada seluruh warga Jateng di Jabodetabek untuk mematuhi peraturan pemerintah dengan tidak mudik. Terkait keluarga yang ada di Jateng, pihaknya yang akan mengurus.

Sudah 9 Napi Asimilasi di Jateng Kembali Dijebloskan Penjara

“Untuk yang tidak mudik, saya minta segera melakukan pendataan sebagai penerima bantuan. Saya sudah komunikasi dengan Gubernur DKI Jakarta, Jabar, dan Banten terkait ini. Penghubung kami di Jakarta dan paguyuban warga juga kami minta membantu proses pendataan,” imbuhnya.

Gubernur Ganjar mengaku sangat mendukung keputusan Jokowi yang melarang mudik. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi persebaran virus corona atau Covid-19.

“Saya sangat setuju dan mendukung keputusan ini, karena pasti dilakukan dengan evaluasi yang tepat dan akurat. Saya kira, pak Presiden telah melakukan evaluasi selama ini. Faktanya, meski diimbau untuk tidak mudik, masyarakat masih nekat,” tutur Ganjar.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Get the amazing news right in your inbox

Berita Terpopuler

0 Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.