Kasus Positif Virus Corona di Jateng Melonjak, Jadi 38 Orang

Persebaran virus corona di Jawa Tengah (Jateng) kian masif. Hingga saat ini sudah ada 38 pasien yang dinyatakan positif, di mana 4 orang meninggal dunia.

Kasus Positif Virus Corona di Jateng Melonjak, Jadi 38 Orang Ilustrasi virus corona jenis baru atau covid-19. (Freepik)

Semarangpos.com, SEMARANG — Kasus pasien positif virus corona di Jawa Tengah (Jateng) mengalami kenaikan yang cukup tajam. Data per Rabu (25/3/2020), tercatat ada 38 pasien yang dinyatakan positif Covid-19 atau naik dua kali lipat dibanding hari sebelumnya, Selasa (24/3/2020).

Dikutip dari laman Internet covid19.go.id, tercatat sudah ada 790 pasien positif virus corona di Indonesia, atau dengan kata lain ada penambahan 105 kasus baru.

Dari 105 kasus baru itu, 19 di antaranya berasal dari Jateng. Meski demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari Dinas Kesehatan Jateng maupun Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, terkait lonjakan pasien positif virus corona di Jateng tersebut.

Bahkan, hingga berita ini diturunkan situs resmi milik Pemprov Jateng terkait penanganan virus corona di corona.jatengprov.go.id juga masih menampilkan data lama, yakni 19 pasien positif virus corona.

Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yulianto Prabowo, saat dihubungi Semarangpos.com melalui aplikasi Whatsapp (WA) belum memberikan respons. Begitu halnya dengan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

Padahal, data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 telah menyebutkan adanya penambahan 19 kasus baru positif virus corona di Jateng, di mana jumlah kematian mencapai 4 orang.

Pasien meninggal dunia

Keempat pasien yang meninggal dunia itu, tiga orang di antaranya dirawat di RSUD dr. Moewardi Solo dan 1 pasien di RSUP dr. Kariadi Semarang.

Pasien pertama yang meninggal dunia adalah laki-laki, 59 tahun, warga Semanggi, Pasar Kliwon, Solo. Ia meninggal Rabu (12/3/2020), setelah mengikuti seminar di Bogor.

Sedangkan, pasien kedua yang meninggal adalah perempuan 49 tahun, warga Tawangrejo, Jatipurno, Wonogiri, yang meninggal pada Selasa (17/3/2020). Dia juga ikut dalam rombongan ke seminar Bogor.

Sementara, pasien ketiga merupakan laki-laki, warga Mojosongo, Solo, yang juga ikut dalam seminar di Bogor. Ia meninggal di RSUD dr. Moewardi Solo, Selasa (24/3/2020) malam.

Sedangkan satu pasien yang meninggal di Semarang merupakan laki-laki berusia 43 tahun. Ia bukan berasal dari klaster Seminar Bogor, tapi memiliki riwayat perjalanan ke berbagai daerah seperti Bali, Yogyakarta, dan Jakarta. Ia meninggal di RSUP dr. Kariadi Semarang, Selasa (17/3/2020) dini hari.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Get the amazing news right in your inbox

Berita Terpopuler

0 Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.