Penelusuran di Alas Roban, Om Hao Ceritakan Awal Mula Nama Batang

Om Hao yang dikenal sebagai praktisi retrokognisi alias pandai melihat kejadian masa lalu menelusuri bersama tim Kisah Tanah Jawa di Alas Roban, Batang.

Penelusuran di Alas Roban, Om Hao Ceritakan Awal Mula Nama Batang Tim Kisah Tanah Jawa yang terdiri dari Om Hao dan Genta saat melakukan penelusuran di Alas Roban, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. (Youtube—Kisah Tanah Jawa)

Semarangpos.com, BATANG — Om Hao yang dikenal sebagai praktisi retrokognisi alias pandai melihat kejadian masa lalu, melakukan penelusuran bersama tim Kisah Tanah Jawa di Alas Roban, Kabupaten Batang. Di sana, ia menceritakan awal mula nama “Batang”.

Sebagai informasi, Kisah Tanah Jawa adalah sebuah kelompok yang melakukan penelsuran tentang sejarah, mitos, dan kisah mistis di tanah Jawa. Tim itu terdiri dari Hari Kurniawan atau kerap di sapa Om Hao, Bonaventura D. Genta atau Genta, dan Mada Zidan atau Mbah KJ.

Saat melakukan penelusuran di Alas Roban, Om Hao hanya ditemani oleh Genta. Mereka bercerita sedikit tentang Alas Roban yang menurut warga sekitar memang terkenal angker lantaran sering memakan korban jiwa.

Gadis Indigo Cerita Soal Pabrik Cerutu di Jogja, Eh Ada Suara Ketawa…

Dalam vlog Kisah Tanah Jawa berjudul Alas Roban Part 1, menceritakan jika kawasan di Batang tersebut memang cukup terkenal karena jalan tanjakannya yang curam. Beberapa kendaraan yang lewat di jalur tersebut seringkali mengalami kecelakaan.

“Penamaan Kabupaten Batang itu berawal dari Sultan Agung Mataram. Nanti dikorelasikan dengan Pantai Slamaran tentang Raden Bahureksa. Jadi saat itu beliau sudah diangkat sebagai tumenggung dan menjadi Bupati Kendal atau di kabupaten sebelah,” ungkapnya.

Om Hao menceritakan jika sultan ingin menyerang Batavia yang saat itu sudah dikuasai oleh Belanda. “Tumenggung Bahureksa dimintai tolong untuk membuka lahan pertanian. Lantas beliau mendatangi Alas Roban ini,” tambahnya.

Gubernur Jateng Minta Semarang Tak Buru-Buru Buka Tempat Wisata  

“Dulu Alas Roban luas banget ya berarti?” tanya Genta kepada Om Hao yang langsung dibalas dengan anggukan, seperti yang terpantau Semarangpos.com, Kamis (25/6/2020).

Alas Roban Luas

“Alas Roban ini saking luasnya sampai mendekati daerah Pekalongan lo Mas. Di bagian Alas Roban barat beliau membabat alas, tapi tidak semudah yang dibayangkan apalagi hutan ini semula dihuni oleh bangsa jin dan siluman,” ungkapnya.

Om Hao bercerita jika saat merambah hutan bagian barat, prajurit Tumenggung Bahureksa mengalami suatu wabah hingga meninggal. “Terus minta syarat, kalau beberapa lelembut itu minta sesaji sebagai sedekah bumi,” tambahnya.

30 Tempat Wisata di Kota Semarang Sudah Tak Sabar Terima Wisatawan  

“Kalau membuat pertanian tentu membutuhkan irigasi kan Mas. Tumenggung Bahureksa membendung Sungai Keramat. Waktu mau membendung kok airnya surut terus, ternyata di sungai ini ada batang kayu besar yang melintang,” paparnya ke Genta.

Tumenggng Bahureksa akhirnya bertapa untuk meminta bantuan. Dengan kesaktian yang ia miliki, akhirnya batang kayu besar itu bisa dengan mudah dipindah dan dibelah. Orang Jawa biasa menyebutnya “ngembat watang”.

“Nah, ngembat watang itu jadi ngebatang terus orang sini menyebutnya mbatang sejak tahun 1628-an. Jadi bukan bathang atau bangkai ya Mas,” ungkapnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Get the amazing news right in your inbox

Berita Terpopuler

0 Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.