Gubernur Jateng Minta Semarang Tak Buru-Buru Buka Tempat Wisata

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meminta Pemkot Semarang tak terburu-buru mengizinkan tempat wisata beroperasi atau menerima wisatawan.

Gubernur Jateng Minta Semarang Tak Buru-Buru Buka Tempat Wisata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat menjelaskan perihal bantuan sosial lewat akun Youtube channel-nya. (Youtube—Ganjar Pranowo)

Semarangpos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang tidak tergesa-gesa membuka tempat wisata saat pandemi Covid-19 masih terjadi.

Ganjar meminta Pemkot Semarang untuk melakukan uji coba atau simulasi terlebih dahulu di tempat wisata, sebelum resmi memperboleh beroperasi, atau menerima kunjungan wisatawan.

“Jangan dibuka dulu. Silakan uji coba dulu kalau mau dilakukan pembukaan. Jangan belum uji coba, terus dibuka. Itu bahaya. Borobudur saja sudah uji coba, tapi belum saya izinkan buka untuk umum. Masih terbatas dan dalam waktu dekat akan ada uji coba lagi dengan wisatawan asli. Jumlahnya dibatasi 1.500 orang,” ujar Ganjar seusai memimpin rapat evaluasi penanganan Covid-19 di kantornya, Selasa (23/6/2020).

Pemkot Semarang memang telah mengizinkan tempat wisata untuk dibuka. Kendati, tren kasus Covid-19 di Kota Semarang masih mengalami lonjakan.

Berdasarkan data siagacorona.semarangkota.go.id, hingga saat ini total kasus positif Covid-19 di Kota Semarang telah mencapai angka 1.228. Perinciannya 595 pasien masih dirawat, 518 orang telah dinyatakan sembuh, dan 115 orang meninggal dunia.

Meski demikian, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, justru melakukan sejumlah pelonggaran aturan dalam Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) jilid keempat yang berlaku mulai 22 Juni-8 Juli 2020. Salah satu pelonggaran itu terkait diizinkannya tempat wisata untuk kembali beroperasi.

30 Tempat wisata

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Indriyasari, mengatakan meski telah diizinkan dibuka sejak 22 Juni, belum ada satu pun tempat wisata di Semarang yang beroperasi.

Namun, sudah ada 30 tempat wisata yang mengajukan izin untuk kembali menerima wisatawan. Ke-30 tempat wisata ini pun harus melalui serangkain pemeriksaan, salah satunya penerapan  protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19.

“Hingga hari ini kebetulan belum ada yang buka. Untuk buka, mereka harus mengajukan surat lebih dulu ke kami. Total, sampai saat ini baru 30 tempat wisata yang sudah mengajukan,” jelas Indriyasari kepada Semarangpos.com, Selasa (23/6/2020).

Perempuan yang akrab disapa Iin itu juga menyarankan agar pengelola objek wisata melakukan simulasi sebelum resmi beroperasi. Bukti berupa video atau foto simulasi nanti bisa dikirimkan ke Disbudpar Kota Semarang.

“Sebetulnya ada beberapa tempat wisata yang sudah melakukan simulasi. Tapi, bisa juga simulasi dilakukan saat dilakukan pengecekan oleh Disbudpar Kota Semarang,” tuturnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Get the amazing news right in your inbox

Berita Terpopuler

0 Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.