Tutup Iklan

Bentrok Warga & Aparat di Desa Wadas Purworejo, Polisi Sebut Tangkap Provokator

Polda Jateng menyebut telah membebaskan 11 peserta aksi yang dianggap sebagai provokator dalam demo di Desa Wadas Purworejo.

Bentrok Warga & Aparat di Desa Wadas Purworejo, Polisi Sebut Tangkap Provokator Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol. Iskandar F. Sutisna. (Semarangpos.com-Istimewa)

Semarangpos.com, SEMARANG – Kepolisian Daerah Jawa Tengah atau Polda Jateng menyatakan penangkapan dalam aksi demo penolakan tambang batu andesit di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jumat (24/4/2021) dilakukan terhadap para provokator.

Total ada 11 orang yang ditangkap dalam aksi demo yang berujung bentrok antara pengunjuk rasa dengan aparat tersebut. Ke-11 orang itu saat ini telah dibebaskan.

“Polres telah mengidentifikasi semua provokator dan melakukan pemeriksaan. Saat ini telah dibebaskan dalam kondisi sehat walafiat,” ujar Kepala Bidang Humas (Kabidhumas) Polda Jateng, Kombes Pol. Iskandar F. Sutisna, dalam keterangan resmi yang diterima Semarangpos.com, Sabtu (24/4/2021).

Baca juga: Tolak Penambangan Andesit di Desa Wadas Purworejo, Warga Bentrok dengan Aparat

Iskandar menambahkan dalam aksi unjuk rasa kemarin sebenarnya polisi berupaya membuka akses jalan yang ditutup warga.

“Jalan tersebut telah diblokir warga Desa Wadas dengan merusak pepohonan serta mengadang petugas dengan melempari batu. Itu mengarah ke tindak anarkistis, sehingga menyebabkan jatuh korban dari Polri,” ujar Kabidhumas Polda Jateng.

Seusai insiden, Iskandar menyatakan kondisi saat ini sudah normal. Akses jalan yang diblokade telah dibersihkan untuk kepentingan masyarakat Desa Wadas.

“Jadi tidak ada kepolisian melakukan perlawanan ke warga. Kita sudah memberikan imbauan dan penjelasan, tapi dilempari batu. Kita tahu aksi kemarin terjadi karena ada provokasi, 11 orang ini yang kita amankan karena memprovokasi warga Desa Wadas,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Purworejo, AKBP Rizal Marito, membenarkan telah membebaskan 11 orang yang ditangkap pasca-bentrok aparat dengan warga di Desa Wadas.

“Kita tahu aksi warga tersebut ditunggangi oknum yang tidak bertanggung jawab dan melakukan provokasi. Mereka bukan dari warga desa. Sudah kita bebaskan, tapi akan kita minta lagi keterangan mereka jika masih diperlukan,” ujarnya.

Bendungan Bener

Seperti diberitakan Semarangpos.com sebelumnya, bentrokan antara aparat dan peserta aksi unjuk rasa tersebut. Selain 11 orang yang ditangkap, 9 peserta demo juga mengalami luka-luka akibat bentrokan dengan aparat itu.

Baca juga: Wartawan Tempo Surabaya Dianiaya, AJI Semarang Tuntut Profesionalitas Polri

Bentrokan dipicu penolakan warga atas penambangan batu andesit yang menjadi rangkaian dari proyek pembangunan Bendungan Bener.

Bendungan Bener merupakan proyek strategis nasional (PSN). Sementara Desa Wadas telah ditetapkan sebagai lokasi penambangan batu andesit untuk material pembangunan Bendungan Bener melalui SK Gubernur Jateng No.509/41/2018.

Warga menolak penambangan karena mengancam keberadaan 27 sumber mata air di Desa Wadas. Rusaknya sumber mata air berpotensi merusak lahan pertanian warga.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Get the amazing news right in your inbox

Berita Terpopuler

0 Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.

Komentar Ditutup.