Covid-19 Mengancam, Ganjar Desak Bupati Boyolali Liburkan Sekolah

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, meminta Bupati Seno Samodro untuk segera meliburkan seluruh sekolah di Boyolali karena dampak virus corona atau Covid-19.

Covid-19 Mengancam, Ganjar Desak Bupati Boyolali Liburkan Sekolah Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, saat mengumumkan jumlah pasien positif virus corona di kantornya, Selasa (17/3/2020). (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)

Semarangpos.com, SEMARANG — Keputusan Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, meliburkan seluruh kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah rupanya tak direspons dengan baik oleh beberapa kepala daerah di wilayahnya. Salah satunya adalah Bupati Boyolali, Seno Samodro, yang masih belum memutuskan untuk meliburkan sekolah di tingkat SD maupun SMP.

Padahal sejak Sabtu (14/3/2020), Ganjar sudah memutuskan agar siswa sekolah, baik di tingkat SD, SMP maupun SMA sederajat diliburkan selama 14 hari, terhitung mulai Senin (16/3/2020). Hal ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi persebaran virus corona atau Covid-19 yang sudah masuk ke wilayah Jateng.

Pasien Positif Virus Corona di Solo Tambah 1 Orang

Namun, keputusan Ganjar itu rupanya tak diterapkan Bupati Boyolali. Bahkan, pada Selasa (17/3/2020), siswa SD dan SMP di Boyolali masih masuk seperti biasa.

Hanya pelajar SMA/SMK sederajat yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng yang telah libur. Begitu juga dengan siswa sekolah yang berada di bawah kewenangan Kementerian Agama (Kemenag).

Terkait hal ini, Ganjar pun mengaku sudah meminta kepada Bupati Seno Samudro untuk menerapkan libur bagi seluruh sekolah yang ada di wilayah Boyolali.

“Sudah. Tadi, sudah saya sampaikan dalam video conference agar itu dilakukan [menerapkan libur]. Mungkin mereka merasa masih bisa mengelola [kasus virus corona], sehingga belum menerapkan,” tutur Ganjar.

Jenazah Suspect Covid-19 di RSUD Moewardi Solo Dibungkus Plastik

Tak hanya Boyolali, Ganjar juga meminta seluruh sekolah atau lembaga pendidikan yang ada di Jateng diliburkan. Termasuk sekolah berbasis boarding school, seperti SMA Taruna Nusantara di Magelang.

Ganjar menyebut di SMA Taruna Nusantara Magelang saat ini sebagian siswa masih menjalani masa libur. Namun, ada beberapa siswa yang menjalani KBM seperti biasa.

“Makanya tadi saya minta untuk SMA Taruna yang sudah terlanjur pulang, biarkan libur diperpanjang. Tapi, kalau yang masih di asrama jangan boleh keluar. Biarkan dirawat atau diisolasi di sana saja,” tuturnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Get the amazing news right in your inbox

Berita Terpopuler

0 Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.

Tinggalkan Komentar

Anda harus logged in untuk kirim komentar.