Pemkab Kudus Dituntut Adil Terapkan Jam Malam

Pemkab Kudus segera memberlakukan jam malam dari pukul 21.00 hingga 06.00 WIB di semua wilayah yang menuai komentar dari para pedagang.

Pemkab Kudus Dituntut Adil Terapkan Jam Malam PKL di Jl. Sunan Kudus, Kudus, Jateng. (Murianews-Yuda Auliya Rahman)

Semarangpos.com, KUDUS — Pemerintah Kabupaten Kudus akan memberlakukan jam malam dari pukul 21.00 hingga 06.00 WIB di semua wilayah mulai pekan depan.  Kebijakan baru Pemkab Kudus itu menuai komentar dari para pedagang.

Pemkot Kudus diminta adil dan tegas dalam penerapan jam malam di seluruh wilayah kota itu. Pasalnya, banyak pedagang yang merasa iri lantaran masih ada pedagang lain yang bisa buka hingga tengah malam.

Amma, 32, pedagang nasi uduk di Jl. Sunan Kudus menyatakan jika memang jam malam masih terus berlaku, ia akan mengikuti instruksi tersebut. Tetapi menurut dia, pemerintah harus adil karena menurutnya selama ini pedagang yang terpantau hanya seputaran pusat kota.

Kisah Melegenda di Balik Rawa Pening…

“Selama ini yang terpantau hanya sekitar sini dan lingkup lokasi yang diberlakukan jam malam. Yang lainnya masih banyak yang buka hingga larut malam,” katanya, Jumat (15/5/2020) malam. Menurut Amma, jika memang ini untuk mencegah persebaran virus corona, seharusnya semua pedagang tutup pada jam yang sama.

Sebelumnya Pemkab Kudus memang hanya memberlakukan kebijakan jam malam pada dua tempat saja, yakni di seputaran Alun-Alun Simpang Tujuh dan Balai Jagong Kudus. Tetapi mulai pekan depan, rencananya kebijakan itu akan diberlakukan menyeluruh di semua wilayah di Kudus.

Sementara itu, Amma juga mengaku jika selama kebijakan tersebut diberlakukan, omzet penjualannya menurun drastis hingga 80%. Sebelum adanya kebijakan itu, ia bisa menutup dagangannya antara pukul 24.00 BIB hingga dini hari.

Kantor Pos Besar Semarang Nan Sarat Sejarah

“Mulai sekitar jam delapan hingga jam sembilan malam, biasannya pembeli baru berdatangan. Jadi, selama ini, omzet saya menurun drastis,” terangnya.

Pembatasan Belum Pasti

Sementara Ahmad, 25, pedagang angkringan di jalur jalan Kudus-Jepara mengatakan sejak diberlakukannya jam malam memang pihaknya masih membuka hingga larut malam. Karena ia belum mengetahui secara pasti pembatasan jam berdagang tersebut berlaku di daerah tempatnya berjualan atau tidak.

“Masih simpang siur ada yang bilang hanya berlaku di seputaran kota, ada juga yang bilang sampai sini. Jadi saya masih tetap buka seperti biasa,” ucapnya.

PNS Salatiga Positif Covid-19, Kompleks Balai Kota Disterilkan

Meski masih buka, pihaknya tetap mengindahkan protokol kesehatan. Ia menyediakan prasarana cuci tangan, memakai masker, serta menyarankan pembeli agar lebih baik dibungkus dan dibawa pulang.

Ia juga memastikan akan menaati aturan untuk menutup jam sembilan malam jika memang diberlakukan di semua wilayah di Kudus. “Semua harus sama tidak ada yang dibedakan,” tandasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo menyatakan, kebijakan ini berlaku untuk semua. Baik PKL hingga toko modern. “Ini juga berlaku untuk toko modern di Kudus, semua sama tutup jam sembilan malam,” katanya.

Meninggal Bermukena di Kamar, Gadis Jepara Diduga Dibunuh

Sementara untuk sanksi, pihaknya mengatakan jika ada yang melanggar akan ada sanksi tegas. “Tetap ada peringatan dulu, tapi jika masih membandel kami tutup lapaknya,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sudiharti mengatakan para pedagang harus menaati kebijakan pemerintah ini. Karena kebijakan ini agar pandemi Covid-19 segera berlalu.

“Kami bekerja sama dengan polisi dan Satpol PP bahkan seluruh pihak untuk mensosialisasikan kebijakan ini, saya harap semua dapat bekerja sama agar pandemi segera usai,” tandasnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

 

Get the amazing news right in your inbox

Berita Terpopuler

0 Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.

Tinggalkan Komentar

Anda harus logged in untuk kirim komentar.