Tutup Iklan

Pergelaran Wayang Kulit Peringati Yauma Ngasyura di Kebumen

Dalam memperingati Yauma Ngasyura atau hari ke-10 tahun baru Islam 1442 H, Pemdes Kaleng menggelar pertunjukan wayang kulit.

Pergelaran Wayang Kulit Peringati Yauma Ngasyura di Kebumen Wakil Bupati Arif Sugiyanto memberikan pidato dalam acara Yauma Ngasyura di Desa Kaleng, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Kamis (27/8/2020). (Instagram-@humaskebumen)

Semarangpos.com, KEBUMEN — Dalam memperingati Yauma Ngasyura atau hari ke-10 tahun baru Islam 1442 H, Pemerintah Desa Kaleng menggelar pertunjukan wayang kulit. Pergelaran itu diselenggarakan di Desa Kaleng, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Selasa (25/8/2020).

Pertunjukan wayang kulit ini dibawakan oleh dalang Ki Eko Suwaryo asal Desa Jatirojo, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, Jateng dengan lakon Petruk Idu Geni. Kegiatan itu dihadiri oleh Wakil Bupati (Wabup) Kebumen Arif Sugiyanto.

Selain Wabup Arif Sugiyanto turut hadir dalam peringatan Yauma Ngasyura tersebut Kepala Bagian Kesra, Asisten I Bidang Pemerintahan, Forkopimcam Puring, dan Kepala Desa se-Kecamatan Puring.

Berguru ke Nyai Rara Kidul, Dewi Lanjar Jadi Ratu Pantai Utara

Dengan adanya acara ini Wabup Arif Sugiyanto sangat mengapresiasi diselenggarakannya acara ini. Dalam sambutannya, wabup mengatakan bahwa kegiatan semacam ini harus dilestarikan dan terus dikembangkan.

Menurutnya, sebagai masyarakat kita harus ikut andil dalam melestarikan budaya bangsa agar tidak punah dimakan modernisasi. Pelestarian seni dan budaya bangsa semacam ini adalah tanggung jawab kita bersama, sebagai warga negera indonesia (WNI).

Cambuk Penggiat Seni

Selain itu, upaya pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui berbagai pertunjukkan saja, pemberian apresiasi kepada pegiat seni juga hal yang sangat penting dilakukan. Pemberian apresiasi ini juga sebagai cambuk dan semangat bagi penggiat seni, untuk terus mengenalkan budaya bangsa.

Ini Sebab Bandung Bondowoso Habisi Nyawa Ayah Roro Jonggrang

Selain untuk memperingati tahun baru Islam, menurutnya acara ini juga sebagai ajang silaturahmi dan menunjukkan kerukunan dari masyarakat Desa Kaleng. Wabup berharap kegiatan ini dapat mengedukasi masyarakat, terutama tentang semangat keguyuban dan gotong royong.

“Kerukunan di Desa Kaleng harus tetap dijaga. Semoga dengan adanya pentas wayang kulit ini dapat menambah semangat guyub rukun dan cinta terhadap kesenian lokal,” ujar Arif.

Selanjutnya, wabup berpesan kepada seluruh masyarakat yang hadir untuk selalu senantiasa menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan makser dan menjaga jarak. Sebagai pembukaan, Wabup Arif Sugiyanto menyerahkan tokoh wayang Petruk kepada dalang Ki Eko Suwaryo.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Get the amazing news right in your inbox

Berita Terpopuler

0 Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.

Komentar Ditutup.