Polda Jateng Turun Tangan Buru Pembunuh Sopir Grab Kudus

Sopir taksi online asal Kudus ditemukan tewas di saluran irigasi di Jepara.

Polda Jateng Turun Tangan Buru Pembunuh Sopir Grab Kudus Ilustrasi pembunuhan. (Dok. Solopos-Antara)

Semarangpos.com, JEPARA — Aparat Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah (Jateng) akan turun tangan untuk mengungkap kasus pembunuhan sopir taksi daring Grab asal Kabupaten Kudus.

Kapolres Jepara, AKBP Nugroho Tri Nuryanto, mengatakan pihaknya akan melibatkan tim gabungan untuk menyelidiki kasus pembunuhan sopir taksi online yang diketahui bernama Tri Ardiyanto. Warga Desa Gondang Manis, Kecamatan Bae, Kudus itu ditemukan telah menjadi mayat di saluran irigasi Serang Welahan Drain (SWD) Dua di Desa Bugo, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, Kamis (6/2/2020) sekitar pukul 06.10 WIB.

“Selain dari Polres Jepara, [penyelidikan] juga melibatkan Polres Kudus dan Polda Jateng,” kata Kapolres Jepara, Jumat (7/2/2020).

Ia mengungkapkan kasus tersebut saat ini masih dalam proses penyelidikan guna mengungkap pelaku. Oleh karenanya, pihaknya pun belum mau membeberkan secara detail, termasuk keterangan saksi.

Korban ditemukan tewas oleh warga Desa Bugo, Kecamatan Welahan, Jepara di saluran irigasi SWD Dua, Kamis pagi sekitar pukul 06.10 WIB.

Saat ditemukan, pada tubuh korban juga ditemukan pemberat batu bata yang diikatkan dengan tali rafia. Selain itu, pada tubuh korban juga ditemukan sejumlah luka tusukan senjata tajam di bagian dada, dan luka sayatan di tangan dan pelipis yang robek.

Sementara barang berharga milik korban, seperti telepon maupun dompet dan mobil Honda Jazz raib.

Sebelum ditemukan dalam kondisi yang mengenaskan, pihak keluarga juga telah melaporkan kehilangan ke Polres Kudus, Rabu (5/2/2020). Korban diketahui pergi dari rumah pada Selasa (4/2/2020).

Istri korban sempat melihat suaminya mengantarkan penumpang menuju Perumahan MVR di Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kudus. Setelah itu, istrinya juga melihat korban melintas di tempat usahanya di Jalan Universitas Muria Kudus, Selasa malam. Saat itu, korban sempat membunyikan klakson mobil saat melintas di depan tempat usaha yang dikelola istrinya.

Berdasarkan keterangan satpam Perumahan MVR, penumpang yang minta diantar korban ternyata hanya memutar sekitar kolam renang, kemudian keluar dari kompleks perumahan itu.

 

Get the amazing news right in your inbox

Berita Terpopuler

0 Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.