Susur Sungai Tewaskan 6 Siswa SMPN 1 Turi, Gubernur Ganjar Sampaikan Duka Cita

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menyampaikan duka cita dan belasungkawa atas insiden yang menimpa siswa SMPN 1 Turi Sleman.

Susur Sungai Tewaskan 6 Siswa SMPN 1 Turi, Gubernur Ganjar Sampaikan Duka Cita Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, melakukan jumpa pers di Bandara Ahmda Yani Semarang, Jumat (27/12/2019). (Semarangpos.com-Humas Pemprov Jateng)

Semarangpos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, menyampaikan duka cita mendalam atas kejadian nahas yang menimpa ratusan siswa SMPN 1 Turi Sleman, Jumat (21/2/2020).

Para siswa SMPN 1 Turi dihantam banjir bandang saat melakukan kegiatan susur Sungai Sempor di Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Akibat insiden itu, enam pelajar SMPN 1 Turi dilaporkan meninggal dunia. Sementara enam pelajar mengalami luka-luka dan lima pelajar masih belum ditemukan.

“Saya turut berduka cita atas peristiwa hanyutnya siswa SMPN 1 Turi. Sampai malam ini, saya ikuti perkembangannya. Beberapa teman juga terus memberikan laporan,” kata Ganjar di sela memantau lokasi banjir di Pekalongan, Jumat.

2 Bocah Dipastikan Tewas Tenggelam di Kolam GOR Wujil Semarang

Gubernur Jateng mengatakan siap membantu proses evakuasi apabila dibutuhkan. Pihaknya tekah menghubungi BPBD Jateng untuk berkoordinasi dengan BPBD DIY.

“Kami siap bantu melakukan pencarian dan sebagainya apabila dibutuhkan. Meskipun kami yakin BPBD DIY sudah memiliki tim yang sangat bagus, tapi kami siap membantu,” tegas Gubernur Jateng.

Ganjar juga mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan saat melakukan kegiatan di alam terbuka. Apalagi, cuaca saat ini tidak bisa diprediksi dan tergolong ekstrem.

“Para pembina pramuka, guru dan lainnya harus memperhitungkan dengan seksama kondisi alam apabila melakukan kegiatan petualangan,” tuturnya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut 250 siswa SMPN 1 Turi yang mengikuti kegiatan susur sungai itu. Ketika melakukan penyusuran, arus air tiba-tiba deras dan volume air meningkat.

Sebanyak 239 siswa dinyatakan selamat dari insiden itu. Sementara enam siswa lainnya dinyatakan meninggal dunia dan lima orang masih dalam pencarian. Enam siswa yang meninggal dunia itu yakni Sofia Aulia, siswa kelas 8, Arisma, siswa kelas 7, Nur Azizah, siswa kelas 8, Latifa, dan dua orang lainnya belum teridentifikasi.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Get the amazing news right in your inbox

Berita Terpopuler

0 Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.