Telur Asin di Banyumas Diduga Palsu, Polisi Turun Tangan…

Komaroh membuat telur asin unik yang tidak lazim karena berwarna cokelat dan bertekstur kenyal sehingga diduga palsu oleh warga.

Telur Asin di Banyumas Diduga Palsu, Polisi Turun Tangan… Komaroh menunjukkan telur asin buatannya yang tidak lazim karena berwarna cokelat dan bertekstur kenyal sehingga diduga palsu oleh warga Desa Karangklesem, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (7/2/2020). (Antara-Sumarwoto)

Semarangpos.com, PURWOKERTO — Telur asin buatan Komaroh, warga Desa Karangklesem, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah yang berwarna cokelat dan bertekstur kenyal dianggap tidak lazim sehingga diduga palsu.

Aparat Polsek Pekuncen yang merupakan bagian Polres Kota Banyumas pun turun tangan menyelidiki temuan telur yang diduga palsu itu. Tak kurang 120 butir yang diproduksi warga Desa Karangklesem itu pun dicermati.

“Ya betul, kami masih menunggu hasil laboratorium, sampel sudah diambil oleh Dinas Kesehatan,” kata Kapolsek Pekuncen AKP Susanto kepada wartawan di Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (7/2/2020).

Dia mengatakan pihaknya belum dapat memastikan apakah telur asin tersebut palsu atau asli karena masih menunggu hasil uji laboratorium. Uji lab itu dipercayakan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas.

20.000 Telur Asin Brebes Terjual Setiap Hari

Saat ditemui wartawan di rumah produsen telur asin di Desa Karangklesem, Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan Kesehatan Kerja dan Olahraga Dinkes Kabupaten Banyumas Imam Subagyo mengaku telah mengambil sampel.

“Kami ambil sampel untuk tes penegasan dengan alat yang ada, hasilnya negatif boraks dan formalin. Kami juga tindak lanjuti ke laboratorium yang terakreditasi, tadi kami dapat info katanya negatif boraks dan formalin, secara resmi besok suratnya baru jadi,” katanya.

Ia mengatakan pihaknya juga belum dapat memastikan penyebab telur asin tersebut berwarna cokelat dan bertekstur kenyal. Menurut dia, berdasarkan berbagai sumber, hal itu dapat disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya bahan baku yang kurang bagus dan proses pengolahan.

“Kami belum tahu sumber bahan bakunya seperti apa, karena ambilnya menyuruh orang, ambil di Gandrungmangu [Kabupaten Cilacap],” katanya.

Banyumas Siaga Demam Berdarah, Ini Yang Dilakukan…

Oleh karena itu, katanya, personel Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan memeriksa lebih lanjut terhadap telur yang menghebohkan tersebut.

Di tempat yang sama, Pengawas Farmasi Obat dan Makanan Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Banyumas Winanto mengatakan pihaknya perlu melakukan pengujian lebih lanjut untuk memastikan keasliannya.

“Kami nanti uji kadar air, kadar protein, dan lemak. Kami akan bandingkan telur yang diduga palsu ini dan telur yang asli,” katanya.

Menurut dia, pihaknya telah mengambil sampel yang mengguratkan kisah unik tersebut untuk dikirim ke Balai Besar POM Semarang demi melengkapi hasil uji laboratorium yang dilakukan Dinkes Kabupaten Banyumas. Hasilnya, diperkirakan baru dapat diketahui pekan depan.

Gara-Gara Akun Penyedia Olahan Babi, Grab Digugat Pemilik Kedai Kopi

Ia mengakui berdasarkan hasil uji formalin dan boraks, semuanya menunjukkan hasil negatif sehingga pihaknya akan melakukan uji tambahan terkait dengan persyaratan mutu telur asin seperti kadar garam dan cemaran mikroba.

“Kami juga akan melihat sarana produksi dan cara pembuatannya untuk memastikan penyebab telur asin tersebut menjadi cokelat dan kenyal. Ini juga belum ada izin edarnya, sehingga kami menyarankan untuk segera mengajukan ke Dinkes,” katanya.

Kepala Desa Karangklesem Subagyo mengakui adanya temuan produk yang tidak lazim itu telah menggegerkan warga dalam beberapa hari terakhir. Menurut dia, pada bagian putih telurnya berwarna cokelat tua, sedangkan pada bagian kuning telurnya terutama bagian tepinya berwarna kehitam-hitaman.

“Setelah dimasak, ada yang berwarna cokelat muda, ada yang cokelat tua, dan setelah dibuka seperti gel, kenyal. Apakah itu telur bikinan atau asli, tapi kalau dilempar kaya bola cenil, mantul-mantul,” katanya.

Bukan Ikut Sidang, Ashanty Potong Tumpeng di Purwokerto

Selain itu, kata dia, telur tersebut juga tidak memiliki rongga udara di bagian dalam seperti umumnya dan rasanya getir meskipun baunya sama seperti pada umumnya sehingga temuan tersebut dilaporkan kepada pihak terkait.

Sementara itu, produsennya, Komaroh, 42, mengaku terkejut karena telur asin buatannya berwarna cokelat dan bertekstur kenyal. Diakuinya, akibat hal itu, ia mendapat komplain dari pelanggan.

“Saya dapat pesanan 40 butir telur asin untuk hajatan tanggal 2 Februari 2020. Pembeli komplain kok warnanya begini, ya sudah dibawa ke sini saja, ditarik semuanya,” kata Komaroh yang sudah lebih dari tiga tahun menggeluti usaha pembuatan telur asin.

Terkait dengan hal itu, dia pun segera mengecek sisa telur yang dibeli dari pedagang kenalan suaminya pada tanggal 23 Januari 2020 sebanyak 120 butir dan ternyata kondisinya sama sehingga hal itu dilaporkan ke perangkat desa karena merasa janggal.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Get the amazing news right in your inbox

Berita Terpopuler

0 Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.