Tutup Iklan

Terungkap! 4.825 Kursi SMA/SMK Negeri di Jateng Ternyata Tidak Terisi

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng mengumumkan jika masih terdapat ribuan kursi yang tidak terisi di SMA/SMK negeri pada tahun ini.

Terungkap! 4.825 Kursi SMA/SMK Negeri di Jateng Ternyata Tidak Terisi Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mendengar penjelasan Kepala Disdikbud Jateng, Jumeri, terkait erornya server PPDB online SMA/SMK negeri 2020, Rabu (17/6/2020). (Semarangpos.com - Humas Pemprov Jateng)

Semarangpos.com, SEMARANG – Sebanyak 4.825 kursi yang disediakan untuk peserta didik baru SMA/SMK negeri di Jawa Tengah (Jateng) pada tahun ajaran 2020/2021 ternyata masih kosong. Dengan kata lain, ada beberapa SMA/SMK negeri di Jateng yang mengalami kekurangan siswa pada tahun ajaran baru kali ini.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng, Jumeri, mengatakan jumlah kursi atau daya tampung siswa pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) online SMA/SMK negeri tahun ini adalah 207.816.

Sementara itu, hasil seleksi PPDB online ada sekitar 206.238 siswa baru yang diterima. Namun, saat tahun ajaran baru dimulai 13 Juli lalu ternyata ada 4.825 kursi yang tidak terisi.

Komisi E DPRD Beri Nilai Merah Penyelenggaraan PPDB SMA/SMK di Jateng

Jumlah kursi kosong itu terdiri dari 1.578 kursi atau jatah yang tidak terisi dari proses PPDB. Selanjutnya, 2.981 kursi kosong karena ada peserta didik yang mengundurkan diri dan 266 orang yang dibatalkan dari proses verifikasi.

“Hasil pendataan setelah selesainya daftar ulang, jumlah kursi kosong sebanyak 4.825 dengan sebaran di beberapa sekolah,” ujar Jumeri, Selasa (14/7/2020).

Jumeri mengatakan pihaknya akan membuat kebijakan pemenuhan daya tampung tersebut. Hal itu bertujuan sebagai upaya peningkatan layanan akses untuk meminimalisasi angkat tidak melanjutkan sekolah.

Selain itu, upaya tersebut juga dilakukan untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) dalam dimensi lama sekolah.

“Sasarannya untuk pemenuhan daya tampung diarahkan terbatas pada kelompok masyarakat kurang beruntung [miskin] yang berpotensi tidak melanjutkan karena faktor biaya. Selain itu, harus mendapat dukungan dari pemangku kepentingan wilayah,” ujarnya.

Hasil Tes PCR RSUD Wongsonegoro Keliru, Calon Penumpang di Bandara YIA Gagal Terbang

Pilih swasta

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menduga kekosongan kursi itu disebabkan adanya peserta didik yang lebih memilih sekolah swasta, meski telah dinyatakan diterima di sekolah negeri pada PPDB online.

Ia pun akan membuat kebijakan baru guna menyikapi kekurangan siswa baru tersebut,

“Ternyata ada yang memilih sekolah swasta, jadi dia [peserta didik] diterima di sekolah negeri tapi juga mendaftar di sekolah swasta. Nah, yang kosong ini sedang dihitung secara keseluruhan untuk nanti kita buatkan kebijakan khusus,” tutur Ganjar seusai berkunjung ke Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng.

Ganjar menjelaskan, proses evaluasi pelaksanaan PPDB online juga masih berlangsung. Ia tidak menampik jka masih ada kekurangan dan kelebihan dalam sistem tersebut.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Get the amazing news right in your inbox

Berita Terpopuler

0 Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.

Tinggalkan Komentar

Anda harus logged in untuk kirim komentar.