Batang Banjir, Warga Gelar Kirab Merah Putih

Bupati Batang Wihaji bersama Kapolres Batang AKBP Abdul Waras bersama warga menggelar Kirab Merah Putih sebagai upaya meningkatkan kecintaan terhadap bangsa dan negara Indonesia.

Batang Banjir, Warga Gelar Kirab Merah Putih Bupati Batang Wihaji bersama Kapolres Batang AKBP Abdul Waras bersama warga menggelar acara Kirab Merah Putih sebagai upaya meningkatkan kecintaan terhadap bangsa dan negara Indonesia. (Antara-Kutnadi)

Semarangpos.com, BATANG — Tatkala sebagian wilayah dikabarkan Kantor Berita Antara terjilat banjir, Minggu (26/1/2020), Pemerintah Kabupaten Batang menggelar Kirab Merah Putih. Acara itu dihelat sebagai rangkaian acara haul tokoh ulama setempat, Ki Ageng Kunci Subah atau Kiai Ismail Abdul Hadi.

Kirab Merah Putih diikuti ratusan warga Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Bupati Batang Wihaji bahkan hadir demi melepas para peserta kirab.

Dalam acara pelepasan itu, Bupati Wihaji mengatakan bahwa acara kirab ini juga diikuti oleh anggota Polres Batang, Kodim 0736/Batang, Pemuda Pancasila, Banser NU, anggota Pramuka, dan pelajar. “Kirab Merah Putih ini sebagai wujud kecintaan kita yang harus dibudayakan untuk bangsa Indonesia sekaligus sebagai upaya mencegah godaan dan ujian yang akan muncul,” katanya.

Ia mengatakan Indonesia adalah negara besar, sehingga masyarakat harus memiliki (handarbeni) kecintaan terhadap bendera merah putih sebagai lambang negara. “Saya yakin setiap ada masalah pasti ada solusi, namun tanpa ada muncul rasa handarbeni kita terhadap kecintaan kepada bendera merah putih akan melunturkan jiwa ptriotisme,” katanya lagi.

Bupati Wihaji berpesan kepada peserta kirab agar bisa antisipasi berita hoaks dengan melakukan cek dan ricek informasi sebelum di-share, apalagi informasi yang berkenaan dengan agama dan keyakinan karena hal itu sangat sensitif. “Kami minta warga berhati-hati dengan sikap intoleran yang menjadi cikal bakal radikalisme. Kita harus toleran dan menghormati serta menghargai sebagai bagian dari cinta NKRI,” katanya.

Dia mengatakan Ki Ageng Kunci Subah atau Kiai Ismail Abdul Hadi adalah seorang prajurit Pangeran Diponegoro yang ikut dalam Perang Diponegoro pada 1825-1830. “Oleh karena itu, saya merasa bangga dan apresiasi pada masyarakat Subah yang takdim kepada kiai dan para sesepuh yang masih terus meningkatkan kecintaan pada bangsa dan negara Indonesia,” katanya lagi.

Kepala Desa Subah Kisriyanto mengatakan Ki Ageng Kunci adalah kerabat Pangeran Dipobegoro dan masih ada hubungan nasab dengan Sunan Geseng Bagirlan Purworejo. “Ki Ageng Kunci adalah termasuk ulama besar. Sejarah ketokohan Ki Ageng Kunci juga ditulis oleh penulis KPA Hamaminta Nitinagara dari Keraton Surakarta Hadiningrat,” katanya pula.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Get the amazing news right in your inbox

Berita Terpopuler

0 Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.