Gelombang Tinggi, Nelayan Jogya Diimbau Tak Melaut Hingga Akhir Maret

Masyarakat di pesisir selatan DIY diimbau mewaspadai ancaman gelombang tinggi dan tidak melaut hingga akhir Mei.

Gelombang Tinggi, Nelayan Jogya Diimbau Tak Melaut Hingga Akhir Maret Nelayan di Pantai Baron, Gunungkidul menaikkan kapal ke daratan, Senin (25/5/2020). (Istimewa-Dok. SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul)

Semarangpos.com, Yogyakarta — Masyarakat di pesisir selatan DIY diimbau mewaspadai ancaman gelombang tinggi dan tidak melaut hingga akhir Mei. Diperkirakan gelombang tinggi itu akan terjadi hingga 31 Mei mendatang.

Imbauan itu diserukan Badan Meteorologi, Klimatogi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta. “Masyarakat harus waspada ancaman gelombang tinggi yang prediksinya akan terjadi hingga 31 Mei atau sepekan,” kata Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta, Reni Kraningtyas, Rabu (27/5/2020).

Pihaknya memprediksi ketinggian gelombang antara 2,5 meter hingga 5 meter. “Ketinggian gelombang bisa mencapai 5 meter,” ungkapnya.

Pemudik di Klaten Diimbau Tunda Balik ke Perantauan, Ada Apa?

Fenomena ini terjadi karena perbedaan tekanan udara yang signifikan antara pusat tekanan udara tinggi 1.024 mb di Samudera Hindia sebelah barat Australia dengan pusat tekanan udara rendah (Eddy) di perairan sebelah barat Sumatera.

“Perbedaan tekanan ini mengakibatkan peningkatan kecepatan angin antara 39-61 km/jam. Peningkatan kecepatan angin ini berdampak pada gelombang laut tinggi di perairan selatan Yogyakarta,” bebernya.

Untuk itu, dia meminta masyarakat di pesisir selatan Yogyakarta agar waspada dan mengimbau nelayan agar tidak melaut. “Nelayan kami imbau menambatkan perahu di tempat aman. Pelaku usaha kami minta waspada terhadap gelombang yang bisa merusak bangunan,” tutupnya.

Gubernur Jateng Ingatkan SIKM bagi Pemudik Hendak Balik ke Jakarta

Sementara itu, puluhan kapal nelayan di Pantai Baron, Kabupaten Gunungkidul dievakuasi ke daratan. Hal tersebut menyusul prakiraan dalam beberapa hari ke depan bakal terjadi gelombang tinggi.

Evakuasi Kapal

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul, Marjono, mengatakan berdasarkan laporan BMKG dan juga situs pengamatan cuaca yang digunakan tim SAR akan terjadi perubahan cuaca dalam beberapa hari ke depan. Pihaknya mengimbau kepada para nelayan untuk menaikkan kapal ke daratan.

“Dari informasi, untuk gelombang tinggi tertinggi akan terjadi tanggal 27 Mei dan 29 Mei. Ketinggian gelombang diprediksi 4 meter,” kata Marjono saat dihubungi wartawan, Senin (25/5/2020).

Penanganan Covid-19, Kebijakan Pusat Tumpang Tindih Bikin Bupati Sragen Pusing

Ketinggian gelombang itu berbahaya bagi nelayan. Selain itu, karena saat ini sedang tidak ada wisatawan di kawasan pantai maka pihaknya bersama para nelayan berinisiatif untuk menaikkan kapal ke daratan.

Dihubungi terpisah, Ketua Kelompok Nelayan Pantai Baron, Sumardi membenarkan hal tersebut. Menurutnya, sejak adanya informasi prediksi gelombang tinggi akan menghantam wilayah pantai selatan, dia dan rekan-rekannya langsung melakukan evakuasi kapal.

“Kalau yang sudah dievakuasi ke atas tanggul ada sekitar 40 kapal, dan sebagian lagi masih di lokasi aliran sungai [sungai yang bermuara di pantai Baron],” ucap Sumardi.

OTG Terus Bertambah, Pemkot Salatiga Datangkan Ultrafast Covid-19 Portable PCR

Menurut Sumardi, evakuasi kapal juga sebagai langkah untuk mengantisipasi kerusakan kapal akibat hantaman gelombang tinggi. Mengingat kapal adalah modal utama nelayan untuk mencari rezeki di laut, dan jika beralih profesi saat ini tidak ada pengunjung yang datang ke kawasan pantai.

“Apalagi kondisi saat ini tidak ada pengunjung, dan beberapa hari ke depan juga ada cuaca buruk. Jadi kami lebih memilih mengevakuasi kapal dan menunggu cuaca membaik lagi,” kata Sumardi.

 

Get the amazing news right in your inbox

Berita Terpopuler

0 Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.