Gubernur Jateng Minta RS Cegah Kebocoran Limbah Medis Covid-19

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menginstruksikan rumah sakit rujukan perawatan Covid-19 memperhatikan cermat pengelolaan limbah medis.

Gubernur Jateng Minta RS Cegah Kebocoran Limbah Medis Covid-19 Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan keterangan seputar penanganan Covid-19 kepada awak media di Kota Semarang, Jateng. (Antara-Wisnu Adhi)

Semarangpos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menginstruksikan kepada rumah sakit rujukan perawatan Covid-19 agar memperhatikan cermat pengelolaan limbah medis. Terutama yang berasal dari penanganan pasien terinfeksi virus corona jenis baru.

“Seluruh rumah sakit rujukan harus melakukan pengawasan secara khusus. Terlebih lagi, setiap hari ada penambahan pasien yang berimbas langsung pada kuantitas limbah. Maka harus hati-hati!” kata Gubernur Ganjar Pranowo di Kota Semarang, Jateng, Kamis (2/4/2020).

Menurut Gubernur Ganjar, selama penanganan Covid-19 hingga saat ini, belum ada kendala berarti terkait limbah medis di Jateng. Hal itu, katanya, berarti semua limbah masih terkelola dengan semestinya.

Pencuri Kudus Tetap Operasi di Musim Covid-19, Vespa Jadul Dijual Pretelan

Namun, dirinya ingin semua pihak tetap waspada, apalagi jika kondisi semakin memburuk. “Kita mendisiplinkan dan melakukan kontrol agar tidak bocor. Makanya harus disiapkan betul-betul agar tidak bocor,” ujarnya.

Cegah Kebocoran

Salah satunya, kata dia, menjaga agar tidak terjadi kebocoran dengan pemanfaatan ulang limbah-limbah medis. Ganjar Pranowo mengaku telah menerima pengaduan pemanfaatan limbah medis, berupa masker.

Berbuat Cabul ke Bocah 7 Tahun, Warga Grobogan Dicokok Polisi

Setelah masker bekas pakai dibuang, masker-masker yang telah digunakan itu dicuci kemudian diperjualbelikan. “Makanya tadi saya tanya ke dokter, bagaimana maskernya? Lebih baik digunting setelah digunakan sehingga tidak bisa dipakai atau diolah dan dijual,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan ulang limbah-limbah medis tersebut juga sangat membahayakan, terlebih jika dilakukan oleh pihak yang tidak memiliki kompetensi. Itu pun harus didukung peralatan yang memadai.

“Karena yang mengambil berbahaya, yang mengolah dan apalagi yang memakai ulang itu berbahaya. Karena pasti pengolahannya tidak seperti di dunia kedokteran atau di rumah sakit. Di sana kan canggih, ada pembunuh kumannya, virus dengan cara dan alat-alat yang canggih,” ujar Ganjar.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Get the amazing news right in your inbox

Berita Terpopuler

0 Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.