Tutup Iklan

Jaka Tarub Bikin Marah, Nawangwulan Terpaksa Tinggalkan Anak

Cerita rakyat Jaka Tarub dan Nawangwulan dengan pesan moral bijaksana yang berasal dari Jawa Tengah sudah familier di telinga orang Indonesia.

Jaka Tarub Bikin Marah, Nawangwulan Terpaksa Tinggalkan Anak Tangkapan layar dari video unggahan channel Riri Cerita Anak Interaktif di Youtube, Jumat (6/9/2019). (Youtube-Riri Cerita Anak Interaktif)

Semarangpos.com, KARANGANYAR — Cerita rakyat Jaka Tarub dan 7 Bidadari yang berasal dari Jawa Tengah pasti sudah familier di telinga orang Indonesia. Kisah ini memiliki pesan moral, yakni setiap perbuatan jahat tidak akan berakhir dengan bahagia. Tokoh legendaris bernama Jaka Tarub membuat kecewa Nawangwulan berulang kali. Apa saja perbuatannya?

Pada zaman dahulu hiduplah seorang pemuda tampan dan pekerja keras bernama Jaka Tarub. Dia memiliki hobi berburu dan menjelajahi hutan seperti yang disarikan Semarangpos.com, Kamis (27/8/2020), dari video unggahan channel Riri Cerita Anak Interaktif di Youtube pada 6 September 2019 silam.

Jaka Tarub merasa haus ketika sedang berburu. Maka, ia mendekat ke arah sungai. Tiba-tiba pemuda itu mendengar suara tujuh perempuan cantik yang ternyata sedang mandi di sana. Dia pun berkhayal jika salah salah satu di antara mereka bisa menjadi istrinya.

Baru 30% Rampung Dilukis, Mural di Purworejo Sudah Jadi Spot Selfie  

Sebuah ide jahat muncul di benak Jaka Tarub. Ia mengambil salah satu selendang dan membawanya pergi. Dia akan berpura-pura menemukan selendang itu supaya bisa berinteraksi dengan si pemiliknya.

Sementara itu, tujuh perempuan cantik yang merupakan bidadari bersiap untuk pulang ke kayangan. Akan tetapi, salah seorang di antara mereka kehilangan selendang sehingga tidak bisa terbang. Walaupun demikian, teman-temannya harus segera pergi karena mentari mulai terbenam.

Bidadari bernama Nawangwulan itu berjalan hingga tiba di rumah Jaka Tarub. Dia membeberkan identitasnya yang sebenarnya sehingga Jaka Tarub mengurungkan niat untuk mengembalikan selendang. Tak lama kemudian, mereka menikah dan mempunyai anak bernama Nawangsih.

Bawakan Nasi Jagung buat Ganjar, Bunga Salsabila Bawa Pulang Laptop

Pada suatu hari, Nawangwulan akan pergi mencuci di sungai. “Jangan sekali-sekali kau buka tutup kukusan nasi yang sedang kumasak, ya,” pesannya.

Abaikan Permintaan Istri

Rasa penasaran Jaka Tarub tentang persediaan padi di lumbung yang seakan tak pernah habis itu menang melawan permintaan sang istri. Dia pun membuka tutup kukusan, lalu menemukan bahwa di dalamnya hanya ada sebutir biji padi.

Sayang sekali, Nawangwulan memergoki dan marah. Dia berkata bahwa kesaktiannya menghilang karena manusia berhasil melihat prosesnya. Sejak saat itu, ia harus menumbuk padi sebelum bisa memasak beras. Makin lama, persediaan padi di lumbung makin berkurang.

Kerap Cekcok dengan Pasangan Hidup? Inilah 9 Ciri-Ciri Sihir Perceraian

Suatu hari, Nawangwulan menemukan selendang di tumpukan padi. “Ternyata selama ini suamiku yang menyembunyikan selendangku. Tega sekali dia!” teriaknya.

Nawangwulan langsung menemui sang suami. Dia berkata akan kembali ke kayangan. “Walaupun aku tak mengakuimu dirimu sebagai suamiku lagi, namun Nawangsih tetaplah anakku. Aku akan sesekali kembali untuk menyusuinya,” ujarnya.

Ketika Nawangwulan mulai terbang, Jaka Tarub memohon kepadanya untuk tidak meninggalkannya. Akan tetapi, tekad Nawangwulan tidak bisa dihentikan oleh siapa pun.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Get the amazing news right in your inbox

Berita Terpopuler

0 Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.

Komentar Ditutup.