Tutup Iklan

Ini Sebab Bandung Bondowoso Habisi Nyawa Ayah Roro Jonggrang

Pertarungan antara Bandung Bondowoso dati Kerajaan Pengging dan Prabu Boko Kerajaan Boko menjadi cerita rakyat awal mula Candi Prambanan.

Ini Sebab Bandung Bondowoso Habisi Nyawa Ayah Roro Jonggrang Tangkapan layar dari video unggahan channel Riri Cerita Anak Interaktif di Youtube terkait pertarungan antara Bandung Bondowoso dan Prabu Baka, Sabtu (17/8/2019). (Youtube-Riri Cerita Anak Interaktif)

Semarangpos.com, SLEMAN — Cerita rakyat dengan tokoh legendaris bernama Roro Jonggrang kerap dikaitkan dengan terciptanya Candi Prambanan. Konon, serangkaian peristiwa tersebut berawal dari perang antara Kerajaan Pengging dan Kerajaan Bok0.

Satu nama lain, yakni Bandung Bondowoso atau sesuai Paugeran Sriwedari 1926 ditulis sebagai Bandung Bondawasa juga terlibat dalam legenda itu. Ia disebut sebagai pembangun candi di perbatasan Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Jogjakarta dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah tersebut.

Konon, pada zaman dahulu, terdapat Kerajaan Pengging seperti yang disarikan Semarangpos.com, Kamis (20/8/2020), dari video unggahan channel Riri Cerita Anak Interaktif di Youtube pada 17 Agustus 2019 silam. Kerajaan yang dipimpin oleh Prabu Damar Maya itu bertanah subur sehingga rakyatnya makmur.

Ditangkap Karena Aku Ora Percoyo Korona Viral, Bobyndavidson Akhirnya Bebas…

Raja Pengging memiliki anak laki-laki bernama Raden Bandung Bondowoso. Anak itu mempunyai tubuh gagah dan sifat berani. Selain itu, Bandung Bondowoso ternyata sangat sakti.

Kerajaan Boko atau Baka—sesuai Paugeran Sriwedari 1926—berada tak jauh dari lokasi berdirinya Kerajaan Pengging. Namun, kondisi kedua kerajaan tersebut berbanding terbalik. Berbeda dari Kerajaan Pengging yang sangat subur, tanah di Kerajaan Pengging itu kering dan tandus.

Prabu Boko merupakan penguasa di Kerajaan Boko. Konon, raja serakah itu keturunan dari raksasa. Namun, ia memiliki putri bernama Roro Jonggrang alias Rara Jonggrang—sesuai Paugeran Sriwedari 1926—yang berwajah sangat cantik.

Inilah 5 Pemimpin Wanita di Alam Gaib Indonesia, Salah Satunya Nyai Rara Kidul

Pada suatu hari, Prabu Baka memberi perintah kepada Patih Gupala atau Gupolo untuk menyerang Kerajaan Pengging. Ia ingin menunjukkan bahwa dirinya lebih hebat daripada orang-orang dari kerajaan yang dia anggap sebagai musuh.

Hancurkan Segalanya

Keesokan harinya, pasukan Kerajaan Boko menyerbu Kerajaan Pengging. Mereka menghancurkan segala hal yang ada di sana.

Sawah menjadi rusak sedangkan rumah-rumah terbakar. Rakyat pun melarikan diri karena ketakutan.

Pernyataan Ironis Gus Mus: Apakah Pemkab Rembang Tak Punya Bendera?

Prabu Damar Maya mendengar kejadian itu. Selanjutnya, dia mengutus sang anak untuk mengatasi masalah tersebut.

“Bondowoso, segera hadapi Prabu Boko!” perintahnya.

Bandung Bondowoso melaksanakan tugas tadi. Lalu, pertarungan antara dia dan Prabu Boko tak terelakkan. Mereka sama-sama kuat dan sakti. Berhubung si pemuda mempunyai sifat gigih, maka ia berhasil mengalahkan sang lawan.

Sempat Telanjang Karena Sakit, Wanita Jepara Baru Ditolong Setelah Viral

Setelah Prabu Boko meninggal dunia, Bandung Bondowoso berniat membalas dendam. “Pasukanku, kita serang balik Kerajaan Baka!” perintahnya.

Kerajaan Pengging berhasil memukul mundur pasukan yang telah menyerang mereka terlebih dahulu. Orang-orang dari Kerajaan Boko pun melarikan diri sehingga istananya sepi.

Tak lama kemudian, Bandung Bondowoso bertemu dengan Roro Jonggrang dan langsung terpesona pada kecantikannya. Lalu, apa yang akan mereka bicarakan?

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Get the amazing news right in your inbox

Berita Terpopuler

0 Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.

Tinggalkan Komentar

Anda harus logged in untuk kirim komentar.