Pedagang Pasar Pagi Salatiga Resah Karena Covid-19

Kabar terkait virus corona jenis baru (covid-19) dirasa pedagang Pasar Pagi Salatiga meneror kenyamanan mereka dalam berjualan.

Pedagang Pasar Pagi Salatiga Resah Karena Covid-19 Ilustrasi proteksi dari virus corona atau covid-19. (Freepik)

Semarangpos.com, SALATIGA — Pedagang Pasar Pagi Salatiga resah dengan kabar semakin masifnya persebaran virus corona. Apalagi kerap diinformasikan bahwa persebaran virus yang kondang sebagai covid-19 itu terjadi di pusat keramaian seperti pasar.

Saat ini, salah satu pasar di Salatiga yang tetap beroperasi seperti biasa di tengah kabar merebaknya covid-19 adalah pasar pagi. Pasar yang mulanya pasar tiban itu terbentuk di tepi jalan depan Pasar Raya I, Jl. Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, Jawa Tengah.

Setiap harinya, ratusan pedagang datang dari Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang meramaikan kawasan itu. Mereka menggelar dagangan berupa bahan kebutuhan pokok  dan sayuran. Ratusan warga memadati kawasan pasar ini untuk berbelanja setiap harinya.

Pemuda 20 Tahun Diduga Pelaku Pembunuhan Ibu Muda di Grobogan

Sejumlah pedagang Pasar Pagi Salatiga merasa menjadi kelompok rentan terpapar covid-19 yang sedang menjadi buah mulut publik tersebut. Namun, selama ini, mereka merasa tidak mendapat informasi yang utuh dan perlindungan yang jelas.

Pengurus Paguyuban Pasar Pagi Salatiga, Reni Mulyaningsih, mengatakan mereka tak mungkin meliburkan diri karena menjadi andalan tujuan berbelanja warga. Terutama sembako, sayur, serta kebutuhan harian lain untuk masyarakat Salatiga dan Kabupaten Semarang.

“Kalau dibilang takut ya takut. Namun kami harus tetap berjualan karena menjadi tujuan pedagang keliling yang menyuplai kebutuhan harian masyarakat,” jelasnya, Kamis (26/3/2020) pagi. Para pedagang biasa berjualan mulai pukul 02.00 WIB sampai 07.00 WIB.

Terduga Teroris Ditembak Mati di Batang, Ini Sebabnya…

Dia bercerita informasi mengenai virus corona hanya diketahui melalui pesawat televisi dan media sosial. Menurut Reni, pemerintah telah mengimbau untuk melalukan pembatasan kontak fisik. Namun, karena kondisi pasar yang ramai, mereka tidak bisa menjalankan imbauan tersebut.

“Selain dengan pembeli, jarak antarpedagang juga sangat rapat,” jelasnya.

Sulit Jaga Kebersihan

Sejak isu corona ramai dibicarakan, pedagang mulai menjaga kebersihan secara mandiri, yakni membersihkan tangan dengan hand sanitizer setelah bersentuhan dengan orang lain. Namun ramainya warga dan perputaran uang yang cepat juga menjadi kendala untuk menerapkannya secara disiplin.

Begini Kenangan Gubernur Jateng terhadap Ibu Jokowi

Sementara itu, seorang warga Kauman Salatiga, Eliana, mengatakan dirinya tetap harus pergi ke pasar setiap pagi. Apalagi Eli, sapaan akrabnya, membuka warung makan dan menjaga rumah indekos.

“Warung makan ini jadi sumber pendapatan utama keluarga,” kata Eli.

Kendati begitu, dia mengatakan sudah beberapa kali mendapati pedagang yang menyediakan tempat cuci tangan. Dia berharap kebiasaan cuci tangan ini bisa diterapkan secara menyeluruh di semua pasar tradisional.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Get the amazing news right in your inbox

Berita Terpopuler

0 Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.