Pemkot Semarang Sediakan 200 Wastafel Siap Pakai

Pemkot Semarang menyediakan 200 wastafel di beberapa kawasan demi menghambat penyebaran virus corona jenis baru (covid-19) di Kota Semarang.

Pemkot Semarang Sediakan 200 Wastafel Siap Pakai Tangkapan layar saat Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memberikan salah satu wastafel. (Instagram—pemerintahkotasemarang)

Semarangpos.com, SEMARANG — Sebanyak 200 wastafel disiapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang di beberapa kawasan demi menghambat penyebaran virus corona jenis baru (covid-19) di ibu kota Jawa Tengah. Tempat membersihkan diri itu dibagikan langsung oleh Wali Kota Hendrar Prihadi.

Setelah Selasa (17/3/2020), sehari sebelumnya membagikan langsung 1.500 botol hand sanitizer secara gratis di jalanan depan Balai Kota Semarang, Hendrar Prihadi yang bakal kembali berlaga di pilkada itu kembali tampil di hadapan publik. Kali ini ia juga tampil membagikan pranti penangkal virus corona.

Pada cicilan kali ini, Pemkot Semarang menampilkan Hendi–panggilan akrab Hendrar Prihadi—dalam pembagian 200 wastafel untuk digunakan masyarakat Semarang. Ia juga menambahkan sabun antiseptik di setiap tempat cuci tangan tersebut.

Di Temanggung, Sabu-Sabu Dibungkus Mirip Permen

Persiapan pemasangan 200 wastafel tersebut dipublikasikan melalui akun Instagram resmi Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi @hendrarprihadi, Rabu (19/3/2020). Ia mengunggah sebuah rekaman video saat para pasukkannya menyiapkan fasilitas tersebut.

“Pagi ini Pemkot Semarang membagikan wastafel portable kepada masyarakat untuk memudahkan mencuci tangan. Mari jaga bersama diri kita #lawanbersamacorona,” tulisnya sebagai caption.

Di Kawasan Publik

Menurut Hendi, ratusan wastafel itu nantinya akan diletakkan di kawasan publik. Pasar, panti asuhan, tempat ibadah, tempat wisata, rusun, dan beberapa kantor pemerintah kecamatan di Kota Semarang bakal kebagian peranti itu.

Sekolah Libur 14 Hari, Pelajar Curhat ke Bupati Grobogan

“Kami coba lakukan aktivitas yang lebih nyata dirasakan masyarakat yaitu pembagian wastafel beserta antiseptiknya,” ungkapnya dalam video seperti yang terpantau Semarangpos.com, Kamis (19/3/2020).

Keluhan warga tentang kelangkaan masker, hand sanitizer, dan thermo gun yang menyebabkan Pemkot Semarang bergerak cepat alias gercep. Hendi mengatakan kepada warganya jika pemakaian cairan antiseptik hanya ketika kesulitan mencari air.

“Masuk pasar cuci tangan, masuk tempat ibadah cuci tangan. Jika kita gelorakan bersama-sama, virus corona tidak akan bisa menyebar di Kota Semarang,” ungkapnya.

Ada Suara Misterius Terekam Vlog Billy Christian dari Hutan Tinjomoyo

Untuk memerangi covid-19, Hendrar Prihadi juga meminta bantuan para pengusaha, “1,7 juta penduduk terlalu besar kalau hanya pemerintah yang bekerja dalam waktu yang singkat,” tambahnya.

Di akhir video, ia berpesan kepada masyarakat kota Semarang untuk tidak takut dan panik menghadapi covid-19. “Pokoknya Bismillah kita bersama-sama,” paparnya sebagai penutup dalam rekaman video.

Direspons Netizen

Warganet pun langsung membanjiri kolom komentar Instagram wali kota. Mereka merasa terharu dengan perlakuan Pemkot Semarang yang serius dalam mencegah penyebaran virus corona.

Bertema Bisnis Syariah, Seminar Peletup Covid-19 di Bogor Diikuti 400 Orang

Seperti pemilik akun @ayah_e_jenar. “Semoga seluruh masyarakat yang ada di Semarang rumangsa melu nduweni seluruh fasilitas yang sudah disiapkan pemkot. Ikut menjaga dan merawat untuk kebaikan kita semua,” tulisnya.

Para driver online yang mayoritas menghabiskan waktu di jalanan juga merasa terbantu. “Salut Pak, ada informasi untuk titik letaknya Pak? Agar saya dan rekan driver online lain yang lebih sering diluar rumah bisa lebih terbantu,” ungkap pemilik akun @newgraha.

“Ahamdulillah, semoga Pak Hendi sehat terus ya. Ini benar-benar kerja nyata, perhatian Bapak sangat detail,” tulis pemilik akun @keynaaz.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Get the amazing news right in your inbox

Berita Terpopuler

0 Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.