Peserta Seleksi CPNS Kudus Bawa Jimat Keberuntungan

Para peserta seleksi CPNS Kudus berikhtiar dengan segala cara, termasuk membekali diri dengan jimat keberuntungan.

Peserta Seleksi CPNS Kudus Bawa Jimat Keberuntungan Plt. Kepala BKPP Kudus Catur Widytno menunjukkan salah satu jimat yang disita saat tes CPNS. (Murianews-Anggara Jiwandhana)

Semarangpos.com, KUDUS — Laman aneka berita Murianews, Selasa (11/2/2020), mencatatkan kisah unik ikhtiar calon pegawai negeri sipil di Kudus, Jawa Tengah. Demi meraih tujuan, peserta seleksi CPNS Kudus itu sampai harus membekali diri dengan jimat keberuntungan.

Jimat keberuntungan itu ditemukan panitia tes seleksi dasar (SKD) CPNS Pemkab Kudus. Mereka menyita sejumlah barang dari peserta seleksi. Beberapa barang yang disita itu antara lain diduga sebagai jimat keberuntungan.

Meski demikian, lapor Murianews, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kudus meminta kepada semua peserta yang merasa barangnya disita saat pelaksanaan tes SKD beberapa waktu lalu segera mengambil di Kantor BKPP di Pendapa Kudus.

665 Pelamar CPNS di Kudus Gugur

Temasuk barang yang akan dikembalikan itu di antaranya puluhan benda yang menyerupai jimat atau benda keberuntungan yang disita saat peserta akan memasuki tes seleksi kompetensi dasar yang dilaksanakan di kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) sepekan yang lalu.

“Ada sekitar puluhan yang kami sita saat pelaksanaan tes,” ucap Kasubid Pengembangan Pegawai BKPP Kudus, Hendro Muswinda, Selasa.

Masih Ada Penipuan CPNS di Kudus…

Beberapa barang yang menyerupai jimat, kata Hendro, adalah berupa barang-barang seperti kemenyan, garam, beras, kacang hijau, dan beberapa benda atau bungkusan lainnya. “Selain itu juga ada beberapa barang lain seperti bolpoin, jepit rambut, dan lainnya,” lanjutnya.

Sedang untuk pelaksanaan tes secara keseluruhan, ada 669 peserta yang tak hadir dalam tes tersebut. Artinya hanya ada 6.988 peserta dari 7.687 pelamar yang mengikuti tes seleksi kompetensi dasar. “Tidak ada keterangan pasti kenapa mereka tidak datang ujian,” jelasnya.

Pemkab Kudus Hanya Terima 3 Sanggahan Pelamar CPNS

Pansel sebenarnya memberi kelonggaran terkait pelaksanaan ujian SKD, yakni dengan memprioritaskan orang sakit, ibu hamil, maupun golongan disabilitas untuk masuk dan mengikuti tes terlebih dahulu. “Kami memang tidak menerima alasan apapun jika peserta tidak datang ujian,” terangnya.

Sementara itu, untuk hasil tes akan diumumkan pada awal atau pertengahan April 2020 mendatang. Hal tersebut dikarenakan pihak pansel masih menunggu tes SKD seleksi CPNS di beberapa daerah lainnya benar-benar rampung. “Kami masih menunggu yang lainnya,” katanya.

Untuk penjaringan, Hendro mengatakan setidaknya akan ada tiga kali dari formasi, sehingga dimungkinkan hanya ada 1.146 peserta seleksi CPNS Kudus yang lolos ke tahap selanjutnya. Hanya saja, jumlah tersebut akan disesuaikan dengan passing grade.

“Akan kami umumkan secepatnya,” terangnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Get the amazing news right in your inbox

Berita Terpopuler

0 Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.