3 PDP Corona Salatiga Dinyatakan Sembuh

Tiga pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona atau covid-19 di Salatiga dinyatakan sembuh, sehingga kini tinggal empat warga berstatus dalam pengawasan.

3 PDP Corona Salatiga Dinyatakan Sembuh Wujud virus corona (berwarna merah) menyerang sel sehat di tubuh manusia. (NIAID)

Semarangpos.com, SALATIGA — Tiga orang pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona atau covid-19 di Salatiga dinyatakan sembuh. Dengan demikian dari total tujuh orang PDP, tinggal empat warga Salatiga yang masih berstatus dalam pengawasan.

Satu dari tiga orang yang dinyatakan sembuh itu adalah seorang laki-laki yang merupakan mahasiswa di Wuhan, Tiongkok. Seorang lainnya, warga negara Belanda yang menjadi pendeta di Salatiga. Terakhir, seorang perempuan Salatiga yang punya kontak erat dengan kasus corona di Depok, Jawa Barat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga, Siti Zuraidah, mengatakan empat orang tersisa kini menjalani isolasi di RS Paru dr. Ario Wirawan (RSPAW) Salatiga. Mereka antara lain WNA Korea Selatan yang belajar di sebuah sekolah internasional di Salatiga, Dia baru saja pulang dari karya wisata di Bali.

Bukan Wewe Gombel, Ini Makhluk Jumbo di Hutan Tinjomoyo Semarang

Selanjutnya adalah seorang WNI perempuan berusia 59 tahun yang baru saja melakukan perjalanan ke Borobudur. Lalu, seorang WNI perempuan berusia 45 tahun yang bekerja sebagai TKI dan baru tiba di Indonesia, Februari lalu. Terakhir seorang WNI yang sekamar dengan warga Korsel yang PDP corona.

Di samping itu, masih ada 64 warga Salatiga lain yang berstatus sebagai orang dalam pemantauan (ODP) terkait kasus corona. Ke-64 warga tersebut tidak termasuk 25 siswa yang berangkat karya wisata bersama siswa Korea PDP corona.

Pulang Berwisata

Warga yang masuk dalam katagori ODP di antaranya WNI yang bekerja untuk asing dan pulang dari bandara, wisatawan di Bali dan Borobudur.

Zuraidah mengatakan selain RSPAW yang ditunjuk pemerintah provinsi sebagai RS rujukan corona di lini pertama, Pemerintah Kota Salatiga juga menunjuk dua rumah sakit lini kedua sebagai rujukan. Keduanya adalah RST dr. Asmir Salatiga dan RSUD Salatiga.

Keuskupan Agung Semarang Batasi Kegiatan Massal Ibadah Gereja

“Kami terus melakukan edukasi kepada masyarakat, termasuk agar tidak panik,” ujar Zuraidah dalam jumpa wartawan di Rumah Dinas Wali Kota Salatiga, Senin (16/3/2020) sore.

Direktur RSPAW, Farida Widayati, mengatakan saat ini pihak rumah sakit sudah melakukan pengamanan sesuai protokol. Termasuk pembatasan pembesuk bagi pasien. Selain itu untuk rujukan ke RSPAW koordinasi dengan dengan rumah sakit perujuk harus lebih dulu dilakukan.

“Jadi kami memang tidak bisa menerima pasien dengan tiba-tiba,” kata dia.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Get the amazing news right in your inbox

Berita Terpopuler

0 Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.

Tinggalkan Komentar

Anda harus logged in untuk kirim komentar.