Aslinya Pati, Nasi Gandul Pak Memet Jadi Ikon Kuliner Semarang

Nasi gandul sejatinya asli Kabupaten Pati, namun berkat Nasi Gandul Pak Memet karya kuliner itu kini juga jadi ikon wisata Kota Semarang.

Aslinya Pati, Nasi Gandul Pak Memet Jadi Ikon Kuliner Semarang Sajian kuliner Nasi Gandul Pak Memet di Jl. dr. Cipto No.12, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, Jawa Tengah. (Instagram—jamessebastians)

Semarangpos.com, SEMARANG — Kota Semarang memiliki banyak destinasi kuliner yang wajib dicoba saat berkunjung ke ibu kota Jawa Tengah itu. Salah satunya adalah warung Nasi Gadung Pak Memet yang menjadi juaranya nasi gandul di Semarang.

Nasi Gandul sebenarnya berasal dari Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Bukan ikon orisinal kota bersembonyan Aman, Tertib, Lancar, Asri, dan Sehat (ATLAS) itu.

Nasi Gandul merupakan masakan berkuah yang berwarna kecokelatan. Saat dirasakan, pembeli akan merasakan perpaduan pindang, rawon, dan gulai.

Kisah Melegenda di Balik Rawa Pening…

Jika rawon berbahan dasar kluwuk dan gulai memakai daun sereh sebagai senjata rahasianya, nah untuk nasi gandul tidak memakai itu semua.

Aslinya Dipikul

Nama “gandul” konon berasal dari para penjual yang menjajakannya dengan cara dipikul berkeliling. “Pikul” dalam bahasa Jawa biasa disebut “gandul”.

Kantor Pos Besar Semarang Nan Sarat Sejarah

Walaupun sudah jarang ada yang berjualan nasi gandul dengan cara dipikul, namun jika mengunjungi rumah makan karya kuliner itu, pembeli terkadang masih akan melihat pikulan. Peranti itulah sarana orisinal berjualan nasi gandul.

Tak perlu jauh-jauh ke Pati, masyarakat Semarang bisa menikmati hidangan nasi gandul yang maknyus. Namanya Nasi Gandul Pak Memet yang berlokasi di Jl. dr. Cipto No.12, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Seperti yang dihimpun Semarangpos.com dari berbagai sumber, Selasa (5/5/2020), Pak Memet berasal dari Pati, itulah mengapa ia sangat ahli membuat kuliner khas tempat asalnya. Ia mengaku sudah berjualan nasi gandul sejak tahun 1990.

Panggung Kahanan Jadi Sarana Seniman Semarang Berkreasi

Saat menyajikan nasi gandul, Pak Memet selalu menggunakan daun pisang sebagai alas piring. Pembeli juga bisa memilih lauk daging yang disuwir atau jeroan, seperti babat, iso, ati, paru, dan lidah.

Dilengkapi Kecap Manis

Ia juga menambahkan kecap manis sebagai pelengkap. Jangan salah, kecap tersebut didatangkan langsung dari Pati. Karena itulah, rasa yang khas akan langsung menyambut lidah para pembeli.

Umbul Sidomukti Bisa Jadi Tempat Bertualang Tak Terlupakan

Seperti soto, nasi gandul juga bisa disajikan dengan perasan jeruk nipis supaya lebih segar. Tidak usah khawatir kekurangan lauk, karena Pak Memet juga menyediakan tempe goreng, perkedel, dan kerupuk.

Warung Nasi Gandul Pak Memet buka setiap hari mulai pukul 16.30 WIB sampai 21.30 WIB. Kalau berkunjung kesana harus sabar ya, warung yang terbuat dari tenda itu pasti tidak pernah sepi pengunjung. Apalagi di bulan Ramadan.

Untuk harga, pembeli hanya perlu merogoh kocek Rp17.000 untuk setiap porsi nasi gandul dengan jeroan. Namun, jika memilih menggunakan lauk telur maka harga per-porsinya Rp15.000. Harga yang terjangkau bukan?

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Get the amazing news right in your inbox

Berita Terpopuler

0 Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.