BPJS Ketenagakerjaan Rayu Usaha Jasa Kontruksi
Penjabat Pengganti Sementara Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang Pemuda Dolik Yulianto memberikan sosialisasi mengenai empat program BPJS Ketenagakerjaan kepada asiasi jasa konstruksi di Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (26/11/2019).

Semarangpos.com, SEMARANG – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Cabang Semarang Pemuda merayu perusahaan jasa konstruksi untuk menjaminkan proyek jasa kontruksi mereka melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Demi meraih kepercayaan perusahaan jasa konstruksi, BPJS Ketenagakerjaan pun melakukan sosialisai program kepada 43 asosiasi jasa konstruksi di Hotel Aston Semarang, Jawa Tengah, Selasa (26/11/2019). Penjabat Pengganti Sementara Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang Pemuda, Dolik Yulianto, turun langsung memberikan sosialisasi itu.
Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Provinsi Jawa Tengah Nugroho Nuryanto, Kasubag Pelayanan Jasa Konstruksi Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (BLPBJ) Setda Kota Semarang, dan BNI yang menyampaikan mengenai manfaat layanan tambahan (MLT).
“Untuk perusahaan jasa konstruksi bisa mendaftarkan empat program, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja [JKK], Jaminan Hari Tua [JHT], Jaminan Kematian [JKm}, dan Jaminan Pensiun [JP]. Sementara untuk proyek, program yang perlu didaftarkan hanya JKK dan JKM,” kata Dolik Yulianto.
Dolik menegaskan bahwa dengan mendaftarkan proyek pada jaminan sosial ketenagakerjaan maka seluruh pekerja yang terlibat dalam proyek tersebut akan terkaver. “Jadi tidak melihat jumlah orang yang bekerja. Semua yang bekerja di proyek dan ada absensi, maka akan dikaver oleh BPJS Ketenagakerjaan. Pendaftaran proyek bisa dilakukan dengan datang ke Kantor BPJS Ketenagakerjaan atau bisa secara online melalui e-Jakon,” kata Dolik.
Dalam kesempatan tersebut, Dolik menyebutkan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang Pemuda menyebutkan hingga Oktober 2019 terdapat 527 perusahaan jasa kontruksi dengan 2.156 proyek yang telah didaftarkan pada jaminan sosial ketenagakerjaan.
Hingga Oktober 2019, tambah Dolik, BPJS Ketenagakerjaa Cabang Semarang Pemuda telah membayarkan jaminan karena sementara tidak mampu bekerja (STMB) untuk lima kasus senilai Rp18,3 juta; pembayaran jaminan cacat sebagian untuk empat kasus senilai Rp26 juta.
Sedangkan untuk pembayaran jaminan karena meninggal dunia telah dilakukan untuk enam kasus senilai Rp642 juta; pembayaran uang kubur untuk enam kasus senilai Rp18 juta; pembayaran transportasi tujuh kasus senilai Rp1,9 juta; pembayaran perawatan dan pengobatan 50 kasus dengan nilai Rp593,1 juta.
Pembayaran biaya rehabilitasi untuk empat kasus senilai Rp1,5 juta; pembayaran beasiswa untuk dua kasus senilai Rp24 juta; dan jaminan berkala senilai Rp28,8 juta. “Totalnya ada 55 kasus denga total pembayaran jaminan senilai Rp1,39 miiliar,” kata Dolik.
Dolik menambahkan bahwa dengan proyek didaftarkan pada BPJS Ketenagakerjaan, maka akan menjadikan pekerja maupun perusahaan lebih nyaman dalam bekerja.
KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya
Baca Juga
- Awas! Kasus Covid-19 Kembali Muncul di Semarang
- Sadis, Sejoli di Semarang Bunuh Bayi Di Dalam Toilet
- Tragis! Main Hujan-hujanan, Balita Semarang Hanyut di Saluran Air
- Kena Razia karena Jadi Manusia Silver, Pensiunan Polisi Ini Terima Bantuan Kapolda Jateng
- Prihatin! Terciduk Satpol PP Kota Semarang, Manusia Silver Ini Ternyata Pensiunan Polri
- PDGI Catat Ada 40 Dokter Gigi di Semarang Terpapar Covid-19 Selama Pandemi
- Dokter Cabul yang Campurkan Sperma ke Makanan Dinyatakan Idap Kelainan Jiwa
0 Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.