Gaet Anak Muda, Dory Harsa Bikin Campursari Konsep Baru, Seperti Ini

Penyanyi campursari asal Solo yang namanya tengah melambung, Dory Harsa, ingin gaet anak muda agar cinta musik campursari.

Gaet Anak Muda, Dory Harsa Bikin Campursari Konsep Baru, Seperti Ini Dory Harsa. (Instagram-@doryharsa

Semarangpos.com, SOLO – Penyanyi campursari asal Solo yang namanya tengah melambung, Dory Harsa, ingin gaet anak muda agar cinta musik campursari. Untuk itu Dory mengembangkan musik campursari dengan konsep baru.

Dory yang semula pengendang Didi Kempot itu gaet anak muda dengan konsep campursari yang lebih segar dan sesuai dengan selera anak jaman now.

Dory saat berbincang dengan Semarangpos.com seusai pentas Merindu Fest, Sabtu (16/5/2020), mengatakan penerimaan anak muda pada musik campursari di masa sekarang tak lepas dari jasa besar para seniman pendahulu.

Begini Cara PSIS Semarang Rayakan Ultah ke-88 di Tengah Pandemi Covid-19…

Termasuk mendiang Didi Kempot yang sudah dia anggap sebagai bapak sekaligus guru terbaik.

“Campursari bisa duduk sejajar tidak lepas karena perjuangan Mas Didi Kempot. Campursari punya figur masing-masing, tidak ada yang bisa menggantikan. Kita semua [anak muda] lebih tepatnya melanjutkan semangatnya, karyanya, ikut menjaga dan merawatnya,” terang Dory.

Sebagai generasi milenial, Dory Harsa mengembangkan campursari dengan caranya sendiri. Ia bersama rekan-rekan pemusik menggarap ulang beberapa lagu dengan diberi sentuhan genre lain, tanpa mengurangi esensi musik tradisional tersebut.

Wilayah Bebas Covid-19 di Kabupaten Semarang Boleh Adakan Salat Idulfitri

Misalnya lagu Ninggal Tatu, ciptaan Kuncung Majasem, ia garap dengan konsep yang lebih segar. Video latihannya yang diunggap di channel Youtube pribadi sebulan lalu bahkan viral. Video itu ditonton lebih dari sepuluh juta kali oleh pengguna Internet.

Berbahasa Jawa

Respons positif tersebut tentu membuat Dory Harsa semakin tertantang untuk membuat konsep-konsep anyar agar lagu campursari semakin dekat dengan anak muda. Selain itu, ia juga mulai menjadikan media sosial (medsos) sebagai media promosi.

Setelah Ninggal Tatu, lagu barunya dengan Bahasa Indonesia juga cukup diminati. Meskipun beberapa orang mengaku lebih suka Dory membawakan lagu berbahasa Jawa.

Antisipasi Lonjakan saat Lebaran, Pertamina Jateng Siapkan 4.095 MT Elpiji

“Kami mulai aktif di medsos, bikin konten karya dalam hal musik, lagu. Akhir-akhir ini Ninggal Tatu, dan itu secara organik. Ini bikin saya semakin terpanggil untuk aktif membuat konten. Apalagi di tengah pandemi ini memang tidak banyak agenda,” terangnya.

Lebih lanjut, Dory Harsa mengaku bangga campursari bisa duduk berdampingan dengan genre lain seperti dalam agenda charity peduli coronavirus (Covid-19) pertengahan Mei 2020 lalu. Semua bisa dinikmati bersamaan seolah tanpa sekat. Hal itu pula yang membuatnya semakin semangat untuk menggeluti campursari.

“Kita ikut menjaga, merawat. Enggak menutup kemungkinan juga nanti berkolaborasi dengan musik lain sesuai dengan tuntutan pasar. Temen-temen di sini [pemusiknya] dari latar belakang macam-macam, ada reggae maupun pop,” tambahnya.

Get the amazing news right in your inbox

Berita Terpopuler

0 Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.