Gubernur Ganjar Bantah 11 Kasus Kematian Positif Virus Corona di Jateng Terjadi dalam Sehari

Kasus pasien positif virus corona yang meninggal dunia di Jawa Tengah (Jateng) mengalami pelonjakan hingga 18 orang per 3 April 2020.

Gubernur Ganjar Bantah 11 Kasus Kematian Positif Virus Corona di Jateng Terjadi dalam Sehari Ilustrasi petugas medis menangani pasien corona. (Antara/M Agung Rajasa)

Semarangpos.com, SEMARANG — Kasus kematian pasien yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona di Jawa Tengah (Jateng) mengalami lonjakan yang cukup signifikan.

Data yang ditampilkan situs web Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, covid19.go.id, tertulis ada tambahan 11 pasien positif corona di Jateng yang meninggal pada Jumat (3/4/2020).

Dengan demikian, total sudah ada 18 pasien di Jateng yang meninggal akibat terpapar virus corona. Sementara, total kasus pasien positif mencapai 114 orang, di mana 85 pasien masih dirawat, dan 11 pasien dinyatakan sembuh.

Pasien Positif Virus Corona di Jateng Kini 104 Orang

Meski demikian, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jateng, Ganjar Pranowo, membantah jika ada 11 pasien positif virus corona di Jateng yang meninggal dalam satu hari.

“11 pasien yang meninggal itu merupakan akumulasi dari beberapa hari, karena masuknya [data dari rumah sakit] berbeda-beda,” ujar Ganjar saat dihubungi Semarangpos.com, Jumat malam.

Ganjar pun menjelaskan secara terperinci rentang waktu 18 pasien positif virus corona yang meninggal tersebut. Pada 8 Maret 2020 ada dua kasus meninggal, satu perempuan berusia 59 tahun dan lelaki 60 tahun. Kemudian 13 Meret, perempuan 44 tahun.

PDP Corona Membludak, RS Moewardi Solo Sulap Ruang TBC Jadi Isolasi

Pada 21 Maret laki-laki usia 77 tahun, 25 Maret laki-laki usia 22 tahun, 28 Maret laki-laki usia 65 tahun, 29 Maret laki-laki usia 70 tahun, dan 31 Maret laki-laki usia 62 tahun. 

Selanjutnya pada 1 April ada tujuh yang meninggal. Yakni lima laki-laki usia 64, 69, dan 45, 56, dan 43 tahun serta dua perempuan usia 67 dan 72 tahun. Terakhir pada 2 April ada dua laki-laki meninggal usia 64 tahun dan 73 tahun. 

Status PDP

Pada 2 April juga ada satu lagi yang meninggal. Meski demikian, hingga saat ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng belum menerima hasil tes sehingga masih berstatus pasien dalam pengawasan (PDP).

Soal Lockdown, Gubernur Jateng Minta Kota Tegal Belajar dari Wonogiri

“Tapi kemungkinan besar positif,” terang Gubernur Jateng itu.

Ganjar mengatakan data yang dihimpun pusat dengan Pemprov Jateng kerap berbeda. Namun, ia mengklaim data yang ditampilkan Pemprov Jateng lebih terverifikasi.

“Seperti contoh, pusat baru memuat pasien kita yang sembuh. Padahal, itu sudah beberapa hari lalu.”

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Get the amazing news right in your inbox

Berita Terpopuler

0 Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.