Hujan Seharian, 17 Kelurahan di Pekalongan Terendam Banjir Sebagia wilayah di Kota Pekalongan dilanda banjir sehingga beberapa sekolah di daerah setempat diliburkan. (Antara-Kutnadi)

Hujan Seharian, 17 Kelurahan di Pekalongan Terendam Banjir

Banjir di Kota Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng) kembali terjadi menyusul hujan deras yang melanda wilayah tersebut sejak Jumat (19/2/2021).

oleh  : Semarangpos.com/Imam Yuda Saputra
pada : Sabtu, 20 Februari 2021 | 09:41 WIB
baca : 2 menit baca | 0 Komentar

Semarangpos.com, PEKALONGAN — Hujan deras yang mengguyur Kota Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng), sejak Jumat (19/2/2021) pagi hingga petang menyebabkan 17 kelurahan di tiga kecamatan terendam banjir. Rata-rata ketinggian air mencapai 30 hingga 90 sentimeter (cm).

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan, Dimas Arga Yudha, mengatakan saat ini 2.672 warga telah diungsikan ke lokasi yang aman.

“Banjir yang melanda Kota Pekalongan memang makin meluas yaitu semula hanya melanda dua kecamatan kini menjadi tiga kecamatan,” katanya.

Baca juga: Percepat Vaksinasi, Batang Tambah Fasyankes

Beberapa lokasi terdampak banjir, antara lain Kecamatan Pasirkratonkramat dengan ketinggian air mencapai 30-90 cm, Tirto (60-80 cm), Podosugih Kecamatan Pekalongan Barat, Klego, Setono, Poncol, Kauman, Gamer, Kalibaros, Noyontaan (Kecamatan Pekalongan Timur), Panjang Wetan, Panjang Baru, Kandang Panjang, Padukuhan Kraton, Krapyak, Degayu, dan Bandengan (Pekalongan Utara).

Dia mengatakan hampir selama tiga minggu terakhir ini banjir masih menggenang permukiman warga, bahkan saat ini makin meluas.

Oleh karena itu, pihaknya terus memfokuskan evakuasi pada warga terdampak banjir, khususnya lansia dan balita.

Dalam evakuasi terhadap warga terdampak, BPBD dibantu oleh tim SAR, relawan, TNI, dan Polri.

“Kami mendapat informasi bahwa di Kelurahan Kandang Panjang ada dua titik yang harus kami bantu evakuasi yakni warga berusia lansia dan balita beserta ibunya. Saat ini mereka sudah dievakuasi dan diungsikan ke tempat pengungsian terdekat yang disediakan pemerintah,” katanya.

Baca juga: Heboh! Air Banjir Di Pekalongan Bewarna Hijau

Dimas mengatakan evakuasi yang dilakukan BPBD untuk meminimalkan risiko dampak bencana terhadap masyarakat.

“Selama ini proses evakuasi kami prioritaskan untuk orang-orang rentan yakni wanita, ibu menyusul, balita, lansia, dan orang sakit,” katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

 


Trending

Why 1win Is Gaining Traction in Mali Step‑by‑Step 1win Mali Login Process Common Login Issues and Fixes Registering and Verifying...

Tanggapan Anda

Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.

Komentar Ditutup.

News Feed