Jembatan Infrastruktur Desa Grobogan Nyaris Ambrol

Jembatan infrastruktur Dusun Gemulung, Desa Sobo, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah nyaris ambrol.

Jembatan Infrastruktur Desa Grobogan Nyaris Ambrol Warga Desa Sobo, Kecamatan Geyer bergotong royong membuat landasan darurat dari bambu supaya jembatan desa setempat bisa dilalui, Selasa (11/2/2020). (Murianews-Dani Agus)

Semarangpos.com, PURWODADI — Akses warga Desa Sobo, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan< Jawa Tengah yang tergantung pada jembatan desa setempat terancam. Landasan jembatan infrastruktur Dusun Gemulung itu nyaris ambrol karena landasannya patah.

Camat Geyer Aries Ponco Wibowo mengungkapkan jembatan di Sungai Kalipang sepanjang 33 m dengan lebar 2,5 m tersebut patah pada salah satu bagian ujungnya, Selasa (11/2/2020). Sehari sebelumnya, infrastruktur desa di Grobogan itu sudah ditutup karena landasannya terlihat retak.

“Jadi patahnya landasan itu tidak terjadi seketika. Tetapi, awalnya terlihat ada retakan dulu dan baru sehari berikutnya, salah satu ujung landasannya patah karena fondasi di bawahnya ambles. Patahnya jembatan terjadi akibat dampak meluapnya sungai,” jelas Aries, Kamis (13/2/2020).

Kecelakaan Karambol di Brebes, Lukai 4 Warga

Akibat kejadian itu, jembatan tersebut sempat tidak bisa diakses sama sekali. Untuk aktivitas menuju ibu kota kecamatan, warga terpaksa harus melewati jembatan gantung di luar Dusun Gemulung dan memutar lewat wilayah Boyolali yang jarak tempuhnya cukup jauh.

Agar tidak terlalu repot, warga akhirnya bergotong royong membuat landasan darurat dari bambu. Dengan cara itu, jembatan secara darurat bisa dilalui kendaraan roda dua.

“Untuk akses kendaraan roda empat belum bisa. Kalau roda dua, sudah bisa lewat situ maupun jembatan gantung. Jadi, wilayah Dusun Gemulung ini berada di antara dua jembatan. Satu jembatan gantung, dan satunya lagi jembatan yang patah itu,” katanya.

Ada Enam Janda Baru di Jepara Setiap Harinya

Jembatan yang dibangun sekitar tahun 1995 tersebut statusnya adalah milik desa. Dengan demikian, pihak desa yang memiliki kewenangan untuk melakukan perbaikan.

Meski demikian, pihaknya sudah berkoordinasi dengan DPUPR Grobogan untuk membantu penanganan jembatan tersebut. Maklum saja, untuk membenahi salah satu infrastruktur desa di Grobogan itu dibutuhkan biaya besar.

“Untuk penanganan jembatan butuh dana besar dan pihak desa tidak mencukupi anggarannya. Oleh sebab itu kami minta bantuan ke DPUPR,” imbuhnya sebagaimana dikutip Murianews.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Get the amazing news right in your inbox

Berita Terpopuler

0 Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama untuk menanggapi berita ini.